Spiga

Bagaimana saya harus berubah ?*

Terkadang jika melihat semangat hidup saya hari ini saya akan merasa malu. Sungguh, mengapa itu bisa terjadi. Apa sekarang saya sudah banyak berubah ? Mungkin, sekarang saya sudah berkeluarga, mempunyai anak 1 dan masih bekerja di tempat yang sama sejak tahun 2002 yang lalu. Apa yang salah ? Yup, bukan karena perubahan itu yang pasti. Itu anugerah, di usia saya yang 25 tahun ini belum banyak teman yang sudah berkeluarga, jadi bagi saya itu merupakan anugerah terindah.

Saya rindu masa itu ketika saya menganggur dan harus berubah untuk mencari kerja, membantu perekonomian keluarga dengan tidak lagi menjadi beban mereka, dan mengokokohkan eksistensi saya di tengah-tengah lingkungan sekitar yang sepertinya sudah menganggap saya sebagai penganggur kelas berat. Rambut gondrong sedikit gimbal, perokok berat, suka nongkrong dan lainnya. Jujurnya di "angkatan tongkrongan" saya waktu itu, saya yang belum bekerja. Rata-rata teman seangkatan sudah banyak yang bekerja, walaupun di pabrik, mungkin penghasilannya sudah terbilang cukup, malah berlebih mungkin. Terbukti dari gaya hidup mereka yang lumayan berubah, dari pakaian sapai hobi pun berubah.

Di kala itu, saya merasakan indahnya perjuangan, walaupun pahit tapi terus berbuat untuk berubah. Transisi. Mungkin itulah kata yang lebih tepat menggambarkan semuanya.

Waktu itu, kualitas ibadah dan pemahaman akan Islam bagai runtuh sama sekali, shalat yang sudah jarang dilakukan, puasa sampai berani ditinggalkan dan hal lainnya yang kadang teramat malu untuk ditulis di sini. Namun keinginan berubah yang membuat semua bisa berubah dengan pelan namun pasti, sabar dijalani, dan selebihnya adalah kuasa Allah Swt yang membuat kehidupan saya jauh lebih baik dari kondisi waktu itu.

Beberapa peristiwa membuat saya semakin yakin akan kekuasaan Allah Swt. Hingga kini saya kadang harus berpikir, apakah saya harus ditimpa suatu kesulitan sehingga adneralin saya untuk memikirkan caranya berubah bisa keluar dengan mudah ?

Saya harus berusaha untuk berubah menuju kebaikan, menuju suatu kualitas dimana kita menjadi rahmat bagi lingkungan, bermanfaat bagi orang banyak. Dan saya akan tularkan semangat membara ini dengan kata BURN YOUR SELF NOW ! Mencuri kata dari judul buku yang ditulis oleh Ustadz Satria Hadi Lubis.

Yok, sobat, kita berubah bersama !

*Ditulis sekitar tahun 2004 jika tidak salah, dan sepertinya bagus untuk nasihat untuk saya yang suka setengah-setengah

0 comments: