<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss'><id>tag:blogger.com,1999:blog-12296770</id><updated>2009-10-16T20:38:03.733-07:00</updated><title type='text'>cece ys</title><subtitle type='html'>burnyourselfnow 
oleh
cece ys</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ceceys.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12296770/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceceys.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12296770/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>burnyourselfnow</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14584420530203751812</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>29</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12296770.post-5311895965216708296</id><published>2007-11-21T01:07:00.000-08:00</published><updated>2007-11-21T01:18:45.109-08:00</updated><title type='text'>Bagaimana mengajarkan anak untuk mengenal Allah SWT</title><content type='html'>Sebagai ibu dan ayah yang pertama kali harus kita lakukan adalah mengajarkan anak kita tauhid, seperti Allah Maha Besar, Allah Maha Pemberi Rizki, dan hanya kepada Allah lah kita memohon pertolongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda, haruslah engkau teliti akan setiap gerak dan gerik anak. Perhatikanlah semua barang-barang yang dimiliki oleh anak, bila ada sesuatu yg baru yang dibawanya pulang, maka tanyakanlah dengan baik darimana ia mendapatkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ia membawa pulang benda milik temannya, tanyakanlah apakah itu di beri atau mengambil dengan paksa karena ingin memiliki atau mengambil tanpa di ketahui pemiliknya. Bila ia mencuri, maka ajarkan ia untuk mengembalikan barang tersebut, dan katakanlah bahwa itu adalah mencuri, perbuatan yang tidak baik, " Jangan lakukan itu nak, setiap perbuatan yang tidak baik pasti mendapat hukuman", ini dilakukan agar anak mengerti bahwa ibu atau ayahnya melarangnya untuk mencuri, dan ia tahu mencuri adalah perbuatan yang tidak baik.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah kisah di hadapan Rasulullah seorang anak kecil prabalig mencuri barang yang sudah sepatutnya mendapatkan hukuman potong tangan, si anak pun protes dan mengatakan bahwa hukuman itu tidaklah pantas diberikan kepadanya, ibunyalah yang seharusnya di potong tangannya karena kesalahan anaknya karena tidak pernah mengajarkan bahwa perbuatan itu di larang dan tidak peduli dengan barang yg dibawa pulang oleh anaknya di dapat dari mana. Maka Rasulullah memanggil ibunya, dan ibunyapun mengakui bahwa ia tak pernah mengajarkan anaknya hal tersebut, maka tangan ibunyalah yang akhirnya di hukum potong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada usia prabalig, adalah saat kita untuk mendidiknya dengan doktrin-doktrin positif, dengan teladan, ajaklah ia ikut sholat di usia 7 tahun. Berikanlah pengetahuan-pengetahuan yang mengisahkan kebesaran Allah, yang mampu di cerna oleh anak-anak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika anak kita 10 tahun dan saat kita memisahkan tempat tidurnya, katakanlah, ”Anakku sudah saatnya engkau tidur di kamar yang berbeda dengan Bunda, jangan takut kepada setan, karena setan adalah makhluk Allah, maka mintalah perlindungan dan pertolongan hanya kepada Allah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah kita salah mendidiknya seperti contoh ”Nak, kamu jangan takut, nih bunda pasangin ayat kursi biar setan takut dan gak ganggu kamu”, maka anak kita pun berpikir bahwa yg melindunginya adalah tulisan ayat kursi bukan Allah, jadi ayat kursi ini berposisi seperti jimat hanya di pajang dan dibawa2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajarlah anak kita membacanya, berdoa, berdzikir kepada Allah agar ia tidak di ganggu oleh setan. Jadi ayat kursi tersebut untuk dihapal dan dibaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika anak kita sudah balig, ajaklah ia duduk untuk berikrar mengucapkan kalimat syahadat dan katakanlah ” Nak, hari ini ibu menyerahkan tanggungjawab kepadamu, bila ada kebaikan, engkaulah yang akan mendapatkan pahala, bila ada kejahatan yg engkau sendirilah yg akan menanggungnya" Disinilah anak kita menyadari bahwa dirinya sudah memiliki tanggungjawab untuk dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita akan berangkat bekerja, biasakanlah mengatakan padanya bahwa ayah dan bunda bekerja untuk mencari rezeki Allah, maka berdoalah kepada Allah bila engkau menginginkan sesuatu. Mudah2an Allah mengabulkan dengan memberi ayah dan bunda rezeki yang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sebaliknya mengatakan Ayah dan bunda bekerja mencari uang buat beli susu seperti yang kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah mudah-mudahan anak kita menjadi anak-anak yang soleh dan solehah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*diambil dari Pengajian Reguler Masjid Al Muhajirin, Graha Unilever.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;burn yourself, less talk, more rocks !&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12296770-5311895965216708296?l=ceceys.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceceys.blogspot.com/feeds/5311895965216708296/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=12296770&amp;postID=5311895965216708296' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12296770/posts/default/5311895965216708296'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12296770/posts/default/5311895965216708296'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceceys.blogspot.com/2007/11/bagaimana-mengajarkan-anak-untuk.html' title='Bagaimana mengajarkan anak untuk mengenal Allah SWT'/><author><name>burnyourselfnow</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14584420530203751812</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16326308319163424010'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12296770.post-1548425613690767920</id><published>2007-07-09T03:00:00.000-07:00</published><updated>2007-07-09T03:08:37.242-07:00</updated><title type='text'>Belum ada judul*</title><content type='html'>Aku berjalan dengan pelan, melewati jalan-jalan yang setiap hari kulalui. Ada sawah, gunung di kejauhan, sinar matahari, kicauan burung-burung bernyanyi. Rasanya bahagia sekali. Aku terus melangkah, menuju sebuah rumah. Ya itu adalah rumahku, dimana aku dibesarkan. Aku membuka pintu, di sana banyak sekali yang kulihat hadir. Teman-temanku, ah.. keluargaku tercinta, suamiku yang selalu mendampingiku dan memberiku semangat hidup dan anakku yang berusia 5 bulan sedang menangis minta susu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi suasananya begitu sunyi, mereka tampak tidak melihat kehadiranku. Aku melihat suamiku menitikkan air mata, hampir sama seperti yang kulihat malam-malam sebelumnya, kala dia sholat tahajud, dia menangis. Tapi kali ini sedikit berbeda dia menangis menunduk ke arah pembaringanku. Siapakah itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kudekati dan kulihat. Itu adalah diriku, ternyata aku telah tiada, aku telah berbeda alam dengan mereka. Kulihat di sana ada ibuku yang sedang berlinang air mata. Beliau mengeluarkan secarik kertas dan membacakan apa yang dirasakannya atas kepergianku, beliau menyatakan betapa sayangnya beliau padaku. Bapakku juga tampak muram bersedih. Aku tak kuasa menahan tangis dalam hati, orang-orang tercinta merasakan kesedihan dan menceritakan kenangan bersamaku. Teman-teman kantor dan semua. Tidak....aku mencintai kalian semua, dan akupun berbalik keluar, terus berjalan ke arah semula dan sampailah di Learning Center Mega Mendung. Aku kembali, aku masih hidup. Dimana teman-temanku ? Semua ada di sini. Keluargaku? Aku yakin mereka masih menungguku pulang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda&lt;br /&gt;Ditulis sekitar Februari 2005&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;burn yourself, less talk, more rocks !&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12296770-1548425613690767920?l=ceceys.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceceys.blogspot.com/feeds/1548425613690767920/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=12296770&amp;postID=1548425613690767920' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12296770/posts/default/1548425613690767920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12296770/posts/default/1548425613690767920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceceys.blogspot.com/2007/07/belum-ada-judul.html' title='Belum ada judul*'/><author><name>burnyourselfnow</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14584420530203751812</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16326308319163424010'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12296770.post-8020627871986774446</id><published>2007-07-09T02:55:00.000-07:00</published><updated>2007-07-09T03:00:26.258-07:00</updated><title type='text'>Misi Hidup Saya</title><content type='html'>Sejak tadi malam aku terus memikirkan tujuan hidupku, malam tadi adalah malam ketiga kalinya aku tidur tanpa ada anakku yang masih menyusui, membuatku gelisah memikirkannya. Dan ketika aku mengingat dan membayangkan kematianku, membuatku tersadar selama ini aku telah melakukan banyak hal yang menyia-nyiakan waktu.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku membiarkan anakku bersama orang lain saat tidur, tidurku juga tidak tau aturan. Pagi-pagi yang seharusnya aku mengurus anak dan suami, justru aku tidur akrena tau hari itu libur. Aku tidak ingin melakukannya lagi, aku ingin menjadi Ibu yang baik. Istri yang pandai mengurus suami. Aku ingin membahagiakan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini aku bekerja untuk membantu suamiku dan juga orangtuaku. Tapi aku takkan terlantarkan mereka karena pekerjaan. Aku akanm engatur sebaik mungkin waktuku agar efesien dan efektif. Agar keberadaanku ada manfaatnya buat orang-orang tercinta di sekitarku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah misi hidupku, membahagiakan keluargaku dan bermanfaat untuk orang-orang di sekitarku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah, Rasyid, ....Bunda sangat menyayangi kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------&lt;br /&gt;Bunda&lt;br /&gt;Ditulis sekitar Februari 2005&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;burn yourself, less talk, more rocks !&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12296770-8020627871986774446?l=ceceys.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceceys.blogspot.com/feeds/8020627871986774446/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=12296770&amp;postID=8020627871986774446' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12296770/posts/default/8020627871986774446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12296770/posts/default/8020627871986774446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceceys.blogspot.com/2007/07/misi-hidup-saya.html' title='Misi Hidup Saya'/><author><name>burnyourselfnow</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14584420530203751812</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16326308319163424010'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12296770.post-1723408057993238309</id><published>2007-05-26T15:25:00.000-07:00</published><updated>2007-05-26T15:40:38.969-07:00</updated><title type='text'>A ya yu Bunda, ....</title><content type='html'>Ahad, 13 Mei 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prak.... suara piring yang sedang kucuci membuat Rasyid anakku bangun. Duh mulailah dia minta susu. Setelah susunya habis dia mengambil botol obat dan madu untuk dimainkan. "Mau dicuci dulu ya botolnya," &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh, anak itu membuatku berteriak, "Jangan, Nak. Nanti obatnya bisa tercampur dengan air dan gak bisa diminum lagi." Dengan cepat kupindahkan botol-botol itu ke tempat yang lebih tinggi. Meledaklah tangisnya, "Hua...mau cuci botol!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayo Rasyid mandi dulu yah. Habis mandi terus makan. Bunda gorengin telor aja yah." Ah, bundamu ini memang taunya hanya goreng telur saja.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasyid pun menurut ketika dimandikan dan setelah selesai langsung makan pakai telur ceplok bareng bundanya, sepiring berdua. Jadi ingat lagu dangdut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nah, sudah habis. Bunda mau pergi ngaji, Abang mau ikut Bunda atau mau ke rumah Mbah Uti aja?" Mbak Putri maksudnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergegas Rasyid menjawab, "Mau ikut Bunda aja," Aku pun langsung mandi dan berganti pakaian. Kulihat Rasyid repot sekali bolak balik sambil menenteng sendalnya dan ah... sepatuku. Iya sepatuku sudah ada di teras rumah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, Rasyid yang telah menyiapkannya untukku. Hilang sudah capekku meladeninya pagi ini. Anak baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalananku menuju tempat mengaji menjadi ringan karena Rasyid dengan lincahnya berjalan disampingku. Hanya sesaat dia minta gendong karena cape. Dan pada saat kugendong ia memelukku erat sambil mengucapkan, "A ya yu Bunda," Senyumku semakin mengembang, ku kecup pipinya juga, "I love you too," &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;burn yourself, less talk, more rocks !&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12296770-1723408057993238309?l=ceceys.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceceys.blogspot.com/feeds/1723408057993238309/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=12296770&amp;postID=1723408057993238309' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12296770/posts/default/1723408057993238309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12296770/posts/default/1723408057993238309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceceys.blogspot.com/2007/05/ya-yu-bunda.html' title='A ya yu Bunda, ....'/><author><name>burnyourselfnow</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14584420530203751812</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16326308319163424010'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12296770.post-4202934679966201354</id><published>2007-04-08T15:50:00.001-07:00</published><updated>2007-04-08T15:57:54.843-07:00</updated><title type='text'>Air kerinduan itu</title><content type='html'>...&lt;br /&gt;Air kerinduan itu kini telah dapat kunikmati,&lt;br /&gt;Diantara jerih payah dan kelelahan bersama, masih kudengar kesibukan pagi untuk pergi ke perkumpulan surgawi di Ahad pagi itu...&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini pun dapat kunikmati lantunan ayat suci di ruang-ruang kosong kamar kita yang memang tidak banyak isinya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih, semoga semuanya menjadi pupuk tanaman kita di surga nanti kelak...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;burn yourself, less talk, more rocks !&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12296770-4202934679966201354?l=ceceys.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceceys.blogspot.com/feeds/4202934679966201354/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=12296770&amp;postID=4202934679966201354' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12296770/posts/default/4202934679966201354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12296770/posts/default/4202934679966201354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceceys.blogspot.com/2007/04/air-kerinduan-itu.html' title='Air kerinduan itu'/><author><name>burnyourselfnow</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14584420530203751812</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16326308319163424010'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12296770.post-8421252108920923360</id><published>2007-03-17T12:46:00.000-07:00</published><updated>2007-03-17T12:54:58.544-07:00</updated><title type='text'>Why the Internet Is Slow</title><content type='html'>This question often comes up. Everyone expects a simple answer. There is none. What is the Internet? It is huge. It covers the world. It is complex. Things differ from one minute to the next. Parts of it may be (are) slow, and parts may be faster. When you say that the Internet is slow, it would be similar to saying that going to the Quickie-Mart takes a long time. Which store? The store itself may be crowded and you may spend time in the store itself. Similarly, on the Net, if the site you are going to is a popular site, that server may be extremely busy and slow to respond. Now, the Quickie-Mart may have plenty of workers and things move quite fast there, but it may have a small parking lot with a narrow entrance. In terms of the Internet, this would be like the local connection to the Internet. Along the roads you drive to get from your house to the Quickie-Mart, you may run into heavy traffic. This can slow you down. Similarly, on the Internet, there may be many links to be traversed to reach the remote site. There may be congestion on any of these links for all kinds of reasons.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For example, if the Quickie-Mart is near a stadium when a game is on, you may run into traffic from the game. This has nothing to do with the Quickie-Mart, but it will affect the time of your trip nevertheless. How close do you live to the Quickie-Mart? If you are far, it may or may not take longer. This depends on the speed you may travel along the roads. One thing, however, is that the more roads you must take, the greater the chance of running into congestion. This is true on the Internet, but things are even more complicated. Closeness on the Net has nothing to do with physical locations.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Look at the name, "Internet." The name comes from the fact that it is an interconnection of networks. MCI has a network, Sprint has a network, Rogers has a Network, Bell has a network, etc. It is very expensive to interconnect these networks, so interconnect points are kept to a minimum. The closest real-world analogy that comes to mind would be in New York in the first half of the century when the three subway systems did not interconnect well. If the Quickie-Mart was along an IND line, and you lived near an IRT line, you may have a long subway ride to get from your house to the Quickie-Mart. Do you realize that there are sites in Ottawa that travel through Toronto, Chicago, Atlanta, Montreal, then Ottawa in order to reach us? While these links are fast, there is a higher probability of a problem occurring along the way. It may sound strange, but it has happened that a fibre cut in New Jersey has prevented us from reaching Ottawa sites. Who are we close to? Canadian Universities.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There are some simple tests you can do. Try to access the University's Web server (http://www.uottawa.ca). If that is slow, there is a problem here on campus. Next, try to access Carleton's web page (http://www.carleton.ca). If that is fast, our inter-city link is running fine. Next try to go to Toronto (http://www.utoronto.ca). If that is OK, that gives a good indication that at least within the province, we have good connectivity. If you have repeated slowness problems, be specific when you report the situation. Finally, the time of day makes a difference. Evenings in general are slowest, and mornings are fastest. In the morning, the people on the west coast are still asleep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;A HREF="http://www.ccs.uottawa.ca/connect/why-internet-slow.html/"&gt;Why the Internet Is Slow&lt;/A&gt;&lt;br /&gt;This article was written by Pete Hickey.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Tulisan bagus untuk mencari tahu secara global kenapa link internet kita lambat, terutama bagi sobat yang bekerja di ISP :)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;burn yourself, less talk, more rocks !&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12296770-8421252108920923360?l=ceceys.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceceys.blogspot.com/feeds/8421252108920923360/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=12296770&amp;postID=8421252108920923360' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12296770/posts/default/8421252108920923360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12296770/posts/default/8421252108920923360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceceys.blogspot.com/2007/03/why-internet-is-slow.html' title='Why the Internet Is Slow'/><author><name>burnyourselfnow</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14584420530203751812</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16326308319163424010'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12296770.post-474552952634570718</id><published>2007-03-14T07:54:00.000-07:00</published><updated>2007-04-08T16:04:08.771-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teknologi Informasi'/><title type='text'>Padanan Aplikasi Propietary</title><content type='html'>Setelah lama mencoba dan mencicipi serta menekuni dunia Open Source rasanya ingin juga berbagi bersama sahabat beberapa padanan aplikasi propietary (berbayar) pada dunia Open Source seperti Linux dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita memang sangat berniat meninggalkan dunia "bayar lisensi" ini daripada harus membajak sebaiknya memang harus dicari alternatif aplikasi propietary ini dengan aplikasi yang free software dan open source.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa link di sini semoga membantu sahabat :&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;A HREF="http://www.hdn.or.id/index.php/research/2007/02/16/alternatif_aplikasi_open_source_terhadap/"&gt;Alternatif Aplikasi Open Source dan Free Software Terhadap Aplikasi Propertiery&lt;/A&gt;&lt;br /&gt;&lt;A HREF="http://http://romisatriawahono.net/2007/01/15/padanan-aplikasi-windows-linux/"&gt;Padanan Aplikasi Windows di Linux&lt;/A&gt;&lt;br /&gt;&lt;A HREF="http://http://www.osalt.com/"&gt;Website Osalt.com&lt;/A&gt;&lt;br /&gt;&lt;A HREF="http://osswin.sourceforge.net/"&gt;Proyek OSSWin&lt;/A&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga membantu dan tetap semangat berjuang untuk terus bermanfaat bagi masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;burn yourself, less talk, more rocks !&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12296770-474552952634570718?l=ceceys.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceceys.blogspot.com/feeds/474552952634570718/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=12296770&amp;postID=474552952634570718' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12296770/posts/default/474552952634570718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12296770/posts/default/474552952634570718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceceys.blogspot.com/2007/03/padanan-aplikasi-propietary.html' title='Padanan Aplikasi Propietary'/><author><name>burnyourselfnow</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14584420530203751812</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16326308319163424010'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12296770.post-2041442790700975032</id><published>2007-03-10T15:31:00.000-08:00</published><updated>2008-12-10T05:52:57.263-08:00</updated><title type='text'>Antara Ucok, Thufail dan Udet</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_XkUV1gNItn0/RfM89iLaB8I/AAAAAAAAAAc/yJ-lbKmddPg/s1600-h/homi.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_XkUV1gNItn0/RfM89iLaB8I/AAAAAAAAAAc/yJ-lbKmddPg/s320/homi.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5040439435802052546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, itu kalimat yang saya banyak ucapkan atas karuniaNya ini. Saya mempunyai 3 orang sobat yang bergiat di dunia hip hop aka. rap dengan visi dan misi yang berbeda. Selalu ada rasa bangga bisa mengenal mereka, bukan untuk sombong hanya sedikit pamer, yeh sama saja deh ! Bukan ini menunjukkan bahwa kesempatan saya untuk menimba ilmu dan pengalaman dari mereka.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucok, seorang MC dari Homicide, kolektif hip hop asal Bandung yang mengambil jalan indie di dunia undergound musik. Saya mengenal dia dari sebuah kompilasi band hardcore/punk Bandung, Brain Beverages seiring saya aktif dunia tersebut. Berkorespondensi, tukar menukar demo lagu, sharing mp3 band yang keren menurut kita dan saling berbagi wacana. Saya salut Ucok atas ketajaman berpikir dan analisa kritis dia dari hasil pengamatan dan bacaan dia. Walau pada akhirnya banyak pendapat dan ide yang dituangkan pada rima lagunya yang bertentangan dengan nurani saya. Saya bilang Ucok banyak membaca tulisan-tulisan yang dibilang orang lain mungkin kiri atau media alternatif lainnya. Tapi saya bisa skip hal tersebut, selama kami menjadi teman baik, saya tidak perduli akan latar belakang pemikirannya. Dia pun saya anggap Aa (kakak) dan sampai saat ini kami masih terus komunikasi. Kunjungan saya kemarin lalu ke Bandung, Ucok aktif di kolektif dan komunitas yang menentang tirani pasar bebas, sempat aktif dan ikut mendukung demo eks mantan karyawan PT Dirgantara Indonesia (d/h IPTN) juga. Kemarin lalu juga aktif dengan demo anti Bush di Bandung dan Bogor. Untuk beberapa ide dan sikap saya masih sejalan dengan dia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_XkUV1gNItn0/RfM7WyLaB7I/AAAAAAAAAAU/jXHnyF6XTh0/s1600-h/thuf.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_XkUV1gNItn0/RfM7WyLaB7I/AAAAAAAAAAU/jXHnyF6XTh0/s320/thuf.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5040437670570493874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring usia dan jalan hidup yang saya ambil kemudian saya mengenal Thufail lewat album pertama, Syair Perang Panjang yang dirilis oleh label rekaman nasyid, BSP. Informasi yang saya dapat, Thufail adalah seorang mualaf. Lagu yang mempunyai lirik cerdas membuat saya semakin terpikat, sungguh jika saya dengar bait-bait rima yang dilantunkan membuat ghirah dan semangat saya memuncak untuk membela keyakinan yang saya pegang, Islam. Setidaknya untuk sekilas bisa dilihat kalau Thufail ini doyan membaca seperti halnya Ucok. Alhamdulillah dengan beberapa kali korespondensi dan komunikasi akhirnya kami bisa mengenal satu sama lain dan menjadi akrab. We're brother ! Dan saya pun rela menjadi distributor cd-cd nya yang dirilis dari kantongnya sendiri secara DIY (Do It Yourself !) Beberapa lirik lagu Thufail juga banyak menohok dan menjawab lagu-lagu Ucok dan kawan-kawan di scene punk yang sudah banyak terbius keyakinan dari bacaan mereka. Lagu-lagu yang bernafaskan perjuangan Islam yang dikemas dalam bentuk hip hop, you should listen sometime. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah info terupdate dari mereka berdua, Ucok dan Thufail akan membuat album kolaborasi bersama tentu dengan tema yang sudah disepakati bersama, salah satunya adalah tema anti Zionis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_XkUV1gNItn0/RfM-ICLaB9I/AAAAAAAAAAk/_PH619xKEpA/s1600-h/neo.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_XkUV1gNItn0/RfM-ICLaB9I/AAAAAAAAAAk/_PH619xKEpA/s320/neo.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5040440715702306770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Udet saya cukup malu juga mendengar dari dia sendiri bahwa dia aktif di Neo, kolektif hip hop yang sempat booming dengan lagu Borju di tv ! Ketahuan banget kalo ngga gaul, hehehe. Maaf, maklum saya dan keluarga masih mempunyai keyakinan untuk tidak memiliki tv di rumah, jadi booming artis dan tetek bengek gosip sudah gelap tidak tahu kemana, hehehe. Sosok Udet yang menjadi rekan di tempat kerja saya juga cukup hanif. Saya banyak belajar ilmu dan informasi seputar dunia artis darinya. Dia juga cukup low profile dan sederhana menurut kacamata saya yang memang gelap untuk urusan dunia entertainment. Sempat salut juga bahwa kami berdua masih bisa qiyamul lail di Al Azhar bulan Ramadhan kemarin ini. Untuk isi lirik dan attitude Neo, Udet sudah bilang bahwa yang penting menjual yang sedikit banyak berbeda dengan Ucok dan Thufail yang masih bernafaskan idealisme mereka yang kental. Bro, I respect you ! Saya hormati pilihan dan sikap sobat saya yang satu ini. Lengkap sudah titel Udet kali ini, artis, musisi, karyawan, suami dan calon ayah ! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih atas waktu kalian mewarnai hidup saya..........&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;burn yourself, less talk, more rocks !&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12296770-2041442790700975032?l=ceceys.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceceys.blogspot.com/feeds/2041442790700975032/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=12296770&amp;postID=2041442790700975032' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12296770/posts/default/2041442790700975032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12296770/posts/default/2041442790700975032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceceys.blogspot.com/2007/03/antara-ucok-thufail-dan-udet.html' title='Antara Ucok, Thufail dan Udet'/><author><name>burnyourselfnow</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14584420530203751812</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16326308319163424010'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_XkUV1gNItn0/RfM89iLaB8I/AAAAAAAAAAc/yJ-lbKmddPg/s72-c/homi.JPG' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12296770.post-5097001064442221290</id><published>2007-03-10T14:50:00.000-08:00</published><updated>2008-12-10T05:52:57.434-08:00</updated><title type='text'>Wawancara oleh Forum Lenteng</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_XkUV1gNItn0/RfM11yLaB6I/AAAAAAAAAAM/SvbArIMXE-o/s1600-h/forum.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_XkUV1gNItn0/RfM11yLaB6I/AAAAAAAAAAM/SvbArIMXE-o/s320/forum.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5040431606076671906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Entah darimana asalnya, saya tiba-tiba mendapat sms dari seseorang yang mengaku dari Forum Lenteng yang ingin mewawancarai saya. Wah agak sedikit grogi saya jawab saja iya. Selidik punya selidik, forum tersebut merupakan kumpulan individu kreatif yang menuangkan ide dan gagasan lewat media, baik film, workshop, seminar dan lain-lain yang kebanyakan anggotanya berasal dari dunia jurnalis atau kuliah di ilmu komunikasi lah, maklum saya juga kurang paham dunia ini. Informasi lengkap bisa dilihat di website mereka www.forumlenteng.org&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa hari mengatur jadwal wawancara saya dengan teman-teman dari Forum Lenteng tersebut, saya akhirnya bisa ketemuan di Blok M. Cari-cari tempat enak untuk mulai shoot saya dan interview sulit sekali, emperan Blok M Plaza tempat beberapa teman punk berjualan terlalu ramai. Coba ke belakang di areal GOR Bulungan ternyata tempatnya cocok, namun sayangnya tidak ada stop kontak untuk merecharge handycam. Akhirnya disepakati untuk pindah ke rumah Komeng, salah satu penggiat forum ini yang tinggal di daerah Dharmawangsa, dekat Sekolah Musik Farabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yup, di rumah besar ini kita mulai wawancara. Agak sedikit grogi, siapa saya sih......pakai dishot dan diwawancara segala. Ups, ternyata teman-teman ini mau buat edisi film dokumenter budaya anak muda Jakarta dan sekitarnya terutama para penggiat budaya musik underground, khususnya punk dan sejenisnya. Yah, akhirmya ketahuan juga masa silam saya, hahahaha. Saya diwawancara karena masih ada kaitannya dengan band Mr. Grind, band virtual grindcore milik Hardy sobat saya dan karena kami punya kerjaan media potokopian DIY, sebuah fanzine, Rebelliousickness !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya banyak diitanya seputar kenapa saya bisa aktif atau punya suatu keyakinan apa bisa membuat media dan aktif di scene punk/hardcore. Beberapa hal lain terkait bagaimana dengan hubungan saya dengan Hardy, pendapat saya tentang dia dan band serta sifat dan sikapnya selama ini. Terlalu banyak juga sih untuk ditulis dan saya lupa juga pertanyaan dan jawaban yang saya berikan. Nanti kita tunggu hasilnya, ngga pede juga lihatnya nih...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya kesampaian juga bisa punya teman-teman yang aktif di dunia media film ini. Sungguh saya salut juga dengan usaha dan jerih payah mereka yang mandiri, DIY abis ! Salute to you all ! Beberapa teman di Forum Lenteng ada yang sudah pernah mengikuti beberapa Festival Film Indie di luar negeri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hasil karya mereka sempat saya lihat dan membuat saya banyak bersyukur bahwa saya mempunyai sobat baru dan ilmu yang baru juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih buat Otty, Kiki dan Ajeng atas waktunya. Let's Rock this World ! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gracias !&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;burn yourself, less talk, more rocks !&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12296770-5097001064442221290?l=ceceys.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceceys.blogspot.com/feeds/5097001064442221290/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=12296770&amp;postID=5097001064442221290' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12296770/posts/default/5097001064442221290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12296770/posts/default/5097001064442221290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceceys.blogspot.com/2007/03/wawancara-oleh-forum-lenteng.html' title='Wawancara oleh Forum Lenteng'/><author><name>burnyourselfnow</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14584420530203751812</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16326308319163424010'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_XkUV1gNItn0/RfM11yLaB6I/AAAAAAAAAAM/SvbArIMXE-o/s72-c/forum.JPG' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12296770.post-116765070287530562</id><published>2007-01-01T02:06:00.000-08:00</published><updated>2007-01-01T03:34:21.106-08:00</updated><title type='text'>Niat yang di kabulkan....</title><content type='html'>Duh pagi ini aku kesiangan lagi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku lirik jam dinding sudah menunjukkan pukul 6 pas,wow buru-buru aku masuk ke kamar mandi. Tapi stttt..jangan sampai berisik takut Rasyid bangun.Aku menutup pintu kamar mandi dengan pelan-pelan. Bisa kacau nih waktu mandiku di teriaki pertanyaan tiada henti dari anakku itu. "Bunda sedang apa?" dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, akhirnya selesai juga, aku segera berpakaian dan merapihkan tas. Kulihat ada lembaran dari Rumah Zakat di dalam tasku. Aku tak tahu kalau itu sebenarnya titipan untuk rohis,habis tiada pesan apa2 didalamnya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubaca lembaran tersebut, Superqurban. Ah, ayah ini seperti menyindirku untuk segera berqurban. "Aduh Yah, bukan maksudku tidak ingin qurban, tapi keadaan ekonomi kita yang sungguh sedang sulit membuatku pesimis tidak bisa qurban tahun ini. Gali lubang tutup lubang tiap akhir bulan." Tapi walupun begitu aku tetap menyempatkan membaca lembaran tersebut. Isinya begitu memikat hati."Ya Alloh seandainya saja aku ada rizky lebih tahun ini aku pasti akan berqurban untuk saudara-saudaraku," Kumasukkan lembaran itu kembali ke tas kerjaku.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hari berganti hari hingga aku tidak lagi memikirkan qurban. Tapi di kantorku aku kebagian tugas koordinir qurban, jadi terpikir lagi soal qurban. Rabu 20 Desember 2006, siang ini aku lelah sekali. Pekerjaan di kantor tiada henti. Besok gajian tapi segera habis untuk bayar cicilan. Bagaimana untuk ongkos minggu depan yah?. Otakku terus saja memikirkan kelanjutan hari-hari ke depan. Untuk ongkos transportasiku dan suamiku, juga untuk susu anakku. Sedangkan gaji suamiku baru akhir bulan. Duh,duh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telepon berdering, "Jeung Retno, ayo dong ikut sharing session sekarang!" Akhirnya aku beranjak juga. Dengan sedikit mengantuk kuikuti sharing session tentang DHL. Jam 4 sore baru selesai. Aku kembali kemejaku. Kubuka email, tap, mataku tertuju pada email kiriman dari suamiku. Apa ini, kabar gembira? Aku mulai membacanya dan wah betapa senangnya hatiku. Lenyap sudah pusingku, ternyata bulan ini dapat bonus. Duh ya Allah alhamdulillah. Ku sms suamiku, "ayah kita bisa qurban tahun ini,". Itulah yang pertama kali terbesit dihatiku. Aku segera beres-beres meja untuk segera pulang. Wah, jalanan macet banget...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah aku ridho bila perjalananku ini melelahkan. Di tengah jembatan penyebrangan ada 2 orang pengemis aku segera mengeluarkan uang seribuan masing-masing untuk mereka. Mungkin aku ini pelit, tapi hanya lembaran uang itu yang ada dibagian luar tasku. Aku sedikit berlari-lari kecil sambil melihat biskota yang lewat. Ahaa, itu dia bus 119 jurusan Kampung Melayu - Tangerang. Akhirnya aku naik walaupun harus berdiri. Tapi kemudian di Komdak banyak penumpang yang turun. Akhirnya aku dapat duduk :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah betapa nikmat rizky yang Engkau berikan, uang itu, nikmatnya duduk saat lutut ini sedang lemah, semua engkau berikan dengan sangat tepat. Terima kasih ya Allah atas semuanya. Betapa Engkau banyak memberi kemudahan untuk mewujudkan niat yang baik.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dari Bunda Rasyid &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;burn yourself, less talk, more rocks !&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12296770-116765070287530562?l=ceceys.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceceys.blogspot.com/feeds/116765070287530562/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=12296770&amp;postID=116765070287530562' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12296770/posts/default/116765070287530562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12296770/posts/default/116765070287530562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceceys.blogspot.com/2007/01/niat-yang-di-kabulkan.html' title='Niat yang di kabulkan....'/><author><name>burnyourselfnow</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14584420530203751812</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16326308319163424010'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12296770.post-116735443137183939</id><published>2006-12-28T17:04:00.000-08:00</published><updated>2006-12-28T17:07:11.680-08:00</updated><title type='text'>Bagaimana saya harus berubah ?*</title><content type='html'>Terkadang jika melihat semangat hidup saya hari ini saya akan merasa malu. Sungguh, mengapa itu bisa terjadi. Apa sekarang saya sudah banyak berubah ? Mungkin, sekarang saya sudah berkeluarga, mempunyai anak 1 dan masih bekerja di tempat yang sama sejak tahun 2002 yang lalu. Apa yang salah ? Yup, bukan karena perubahan itu yang pasti. Itu anugerah, di usia saya yang 25 tahun ini belum banyak teman yang sudah berkeluarga, jadi bagi saya itu merupakan anugerah terindah.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya rindu masa itu ketika saya menganggur dan harus berubah untuk mencari kerja, membantu perekonomian keluarga dengan tidak lagi menjadi beban mereka, dan mengokokohkan eksistensi saya di tengah-tengah lingkungan sekitar yang sepertinya sudah menganggap saya sebagai penganggur kelas berat. Rambut gondrong sedikit gimbal, perokok berat, suka nongkrong dan lainnya. Jujurnya di "angkatan tongkrongan" saya waktu itu, saya yang belum bekerja. Rata-rata teman seangkatan sudah banyak yang bekerja, walaupun di pabrik, mungkin penghasilannya sudah terbilang cukup, malah berlebih mungkin. Terbukti dari gaya hidup mereka yang lumayan berubah, dari pakaian sapai hobi pun berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kala itu, saya merasakan indahnya perjuangan, walaupun pahit tapi terus berbuat untuk berubah. Transisi. Mungkin itulah kata yang lebih tepat menggambarkan semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu, kualitas ibadah dan pemahaman akan Islam bagai runtuh sama sekali, shalat yang sudah jarang dilakukan, puasa sampai berani ditinggalkan dan hal lainnya yang kadang teramat malu untuk ditulis di sini. Namun keinginan berubah yang membuat semua bisa berubah dengan pelan namun pasti, sabar dijalani, dan selebihnya adalah kuasa Allah Swt yang membuat kehidupan saya jauh lebih baik dari kondisi waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa peristiwa membuat saya semakin yakin akan kekuasaan Allah Swt. Hingga kini saya kadang harus berpikir, apakah saya harus ditimpa suatu kesulitan sehingga adneralin saya untuk memikirkan caranya berubah bisa keluar dengan mudah ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya harus berusaha untuk berubah menuju kebaikan, menuju suatu kualitas dimana kita menjadi rahmat bagi lingkungan, bermanfaat bagi orang banyak. Dan saya akan tularkan semangat membara ini dengan kata BURN YOUR SELF NOW ! Mencuri kata dari judul buku yang ditulis oleh Ustadz Satria Hadi Lubis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yok, sobat, kita berubah bersama !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Ditulis sekitar tahun 2004 jika tidak salah, dan sepertinya bagus untuk nasihat untuk saya yang suka setengah-setengah &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;burn yourself, less talk, more rocks !&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12296770-116735443137183939?l=ceceys.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceceys.blogspot.com/feeds/116735443137183939/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=12296770&amp;postID=116735443137183939' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12296770/posts/default/116735443137183939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12296770/posts/default/116735443137183939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceceys.blogspot.com/2006/12/bagaimana-saya-harus-berubah.html' title='Bagaimana saya harus berubah ?*'/><author><name>burnyourselfnow</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14584420530203751812</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16326308319163424010'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12296770.post-116395052991748650</id><published>2006-11-19T07:33:00.000-08:00</published><updated>2006-11-19T07:35:33.290-08:00</updated><title type='text'>Makacih Bunda</title><content type='html'>"Nda, Nda, nenen ...," ups, si kecilku mebangunkanku. Kulirik di jam dinding di ruang tengah. Wah, kok masih jam setengah sebelas. Ternyata jam itu mati kehabisan baterai. Kuraba-raba bantal di sebelahku untuk mencari hp yang biasa kubawa tidur. Sudah jam 1 siang rupanya. Kutengok kembali anakku, Rasyid. Kini usianya sudah dua tahun namun belum juga berhenti nenen.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku segera bergerak bangun ketika Rasyid ngompol. Ayahnya juga masih tertidur, aku lupa membangunkannya untuk sholat Jumat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Assalamualaikum .." kudengar ada yang mengucapkan salam di luar.&lt;br /&gt;"Wa alaikum salam," ternyata Akh Beka datang.&lt;br /&gt;"Cecenya ada, Bu ?" tanya Akh Beka.&lt;br /&gt;"Oh ada, silakan masuk, maaf sedang tidur, bablas nih ngga sholat Jumat,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah pun bangun, langsung sholat dzuhur. Rasyid pun ikut bangun sambil memanggil Om, Om, ke akh Beka. Akh Beka tersenyum sambil membalas panggilan Rasyid. Tidak lama ayah pun ikut Akh Beka untuk bersilaturahim ke rumah Ustadz mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasyid menangis ingin ikut. Waduh bagaimana ini ? Aku mencoba menenangkannya dengan menjelaskan ayahnya hanya sebentar saja, tidak akan lama. Rasyid membuntutiku ke dapur, ia melihat anggur yang sedang kuletakkan di piring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bunda, mau, mau itu...," ia menunjuk anggur tersebut. &lt;br /&gt;"Ah,pasti hanya diremas-remas aja nih, kan sayang. Tapi kalo ngga dikasih pasti nangisnya kenceng," batinku bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuambilkan 2 buah anggur yang masih jadi satu tangkai. Samar kudengar ucapan terimakasih dari mulutnya. Aku tidak begitu menghiraukannya. Ahm ternyata anggurnya dimakan, hanya saja kemudiabn kulitnya dikeluarkan dan dibuang. Rasyid minta lagi dan kuberikan lagi. Kali ini suaranya terdengar jelas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengucapkan, "Makacih Bunda," aku menghampiri wajahnya yang kemudian tersenyum.&lt;br /&gt;Aku menjawab, "Kembali sayang.., kamu pintar sekali," ah permata hatiku ini ternyata lebih smart dari yang kusangka. Padahal usianya baru dua tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasyid, Bunda mencintaimu, Nak !&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;burn yourself, less talk, more rocks !&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12296770-116395052991748650?l=ceceys.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceceys.blogspot.com/feeds/116395052991748650/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=12296770&amp;postID=116395052991748650' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12296770/posts/default/116395052991748650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12296770/posts/default/116395052991748650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceceys.blogspot.com/2006/11/makacih-bunda.html' title='Makacih Bunda'/><author><name>burnyourselfnow</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14584420530203751812</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16326308319163424010'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12296770.post-116068686653290601</id><published>2006-10-12T13:49:00.000-07:00</published><updated>2006-10-12T14:01:07.990-07:00</updated><title type='text'>Bubur Kelapa Muda</title><content type='html'>Alhamdulillah akhirnya dengan status kerja dengan ritme shift bisa membuat saya sedikit kreatif membuat sesuatu untuk keluarga. Yup, majalah Lezat dan Sehat sisipan tabloid Aura yang selalu dibawa istri bisa menjadi awal kreatifitas saya untuk memasak. Sedikit nekat dan rasa ingin tahu, akhirnya bisa juga membuat "Bubur Kelapa Muda" pas sekali sebagai hidangan berbuka puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menuliskan resepnya kembali tanpa melihat catatan untuk menguji tingkat kemahiran saya dalam memasak. Weis, gaya pisan yah ....&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 buah kelapa muda, kerok isinya&lt;br /&gt;1 liter santan, jika repot 2 sachet KARA dicapur dengan air cukup membantu&lt;br /&gt;200 gram gula pasir&lt;br /&gt;2 sendok teh garam&lt;br /&gt;30 gram sagu&lt;br /&gt;vanilli dan daun pandan secukupnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara membuat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua bahan disatukan, masak sampai mengental. Angkat dari api&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat mencoba, jika ada kesulitan dalam mencoba silakan kontak saya. Gaya pisan lagi .....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;burn yourself, less talk, more rocks !&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12296770-116068686653290601?l=ceceys.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceceys.blogspot.com/feeds/116068686653290601/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=12296770&amp;postID=116068686653290601' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12296770/posts/default/116068686653290601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12296770/posts/default/116068686653290601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceceys.blogspot.com/2006/10/bubur-kelapa-muda.html' title='Bubur Kelapa Muda'/><author><name>burnyourselfnow</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14584420530203751812</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16326308319163424010'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12296770.post-116059653539818621</id><published>2006-10-11T12:39:00.000-07:00</published><updated>2006-10-11T15:12:14.226-07:00</updated><title type='text'>Download klip favorit dari www.youtube.com</title><content type='html'>Setelah sering lihat video klip streaming di www.youtube.com yang berformat flash jadi kepingin punya klip-klip tersebut. Setelah tanya sana-sini dengan teman sehobi dan mencoba akhirnya bisa juga punya klip kesayangan dengan mendownloadnya tentunya dengan sedikit trik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa langkah yang perlu dilakukan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Buat account di www.youtube.com gratis !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/3987/1035/1600/youtube.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3987/1035/320/youtube.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Download aplikasi Flashget di http://www.flashget.com/en/download.htm setelah selesai, silakan langsung diinstal saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Biar tidak repot karena file yang kita download bertipe file flv langsung saja kita download FLVPlayer di http://www.download.com/FLV-Player/3000-2139_4-10467081.html dan instal sekalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/3987/1035/1600/download-site.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3987/1035/320/download-site.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Jika semua sudah ok, silakan login ke www.youtube.com dan cari klip yang diinginkan. Jika bingung, silakan pakai fasilitas search for, misalnya SLAYER untuk mencari klip-klip band legendaris thrashmetal tua, SLAYER. Sementara itu, silakan launch aplikasi Flashget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Setelah didapat hasil pencarian, klik pada klip yang diinginkan misalnya, I Hate You. Setelah terbuka pada browser buka Source file halaman tersebut dengan mengklik View  Source (untuk Internet Explorer) atau View  Page Source (untuk Mozilla Firefox)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Cari pada halaman Source tersebut script yang mengandung kata-kata “SWFObject("/player2.swf …..” lalu kopi kata-kata yang mengandung kata video_id= … setelahnya dan sebelum kata-kata movie_player. Misalnya pada klip I Hate You – Slayer ini scriptnya adalah seperti ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;var fo = new SWFObject("/player2.swf?video_id=fD1moysOvRs&amp;l=135&amp;t=OEgsToPDskJ5Uszfc6_Bi37GzS-Luc19&amp;nc=39168&amp;s=EB5B1FDF337D7DDE:53C662DC848F75CD", "movie_player", "450", "370", 7, "#FFFFFF");&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Yang kita kopi adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;video_id=fD1moysOvRs&amp;l=135&amp;t=OEgsToPDskJ5Uszfc6_Bi37GzS-Luc19&amp;nc=39168&amp;s=EB5B1FDF337D7DDE:53C662DC848F75CD&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;7. Pada aplikasi Flashget klik menu New Download dengan mengkilk gambar &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/3987/1035/1600/klik.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3987/1035/320/klik.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Setelah itu pada menu &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Add New Download&lt;/span&gt; di bagian URL, silakan paste script yang tadi kita kopi dari Source.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Tambahkan kata-kata "http://www.youtube.com/get_video?" tanpa tanda petik tentunya, sehingga URL lengkapnya akan seperti ini : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;http://www.youtube.com/get_video?video_id=fD1moysOvRs&amp;l=135&amp;t=OEgsToPDskJ5Uszfc6_Bi37GzS-Luc19&amp;nc=39168&amp;s=EB5B1FDF337D7DDE:53C662DC848F75CD&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Pada bagian &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rename&lt;/span&gt; yang sebelumnya terisi dengan get_video silakan diganti dengan nama yang sesuai keinginan kita berikut type file-nya (dalam hal ini flv), untuk video klip Slayer ini kita namakan “Slayer - I Hate You.flv” tanpa tanda petik juga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/3987/1035/1600/flashget.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3987/1035/320/flashget.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Default-nya hasil download akan disave di C:\Download jika mau disave di tempat lain silakan dibrowse tempat kita akan menyimpannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Download dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Setelah selesai, silakan dilihat hasil download tersebut dengan aplikasi FLVPlayer tersebut. Selamat menikmati !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Jika ingin merubah format file flv hasil download menjadi format lainnya (mpg, avi) agar bisa dilihat di aplikasi umum seperti MPEGPlayer, Windows Media Player, atau WinAmp silakan download aplikasi converter Batch FLV Converter di http://ffmpeg.sourceforge.net&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/3987/1035/1600/flv-conv.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3987/1035/320/flv-conv.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;burn yourself, less talk, more rocks !&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12296770-116059653539818621?l=ceceys.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceceys.blogspot.com/feeds/116059653539818621/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=12296770&amp;postID=116059653539818621' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12296770/posts/default/116059653539818621'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12296770/posts/default/116059653539818621'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceceys.blogspot.com/2006/10/download-klip-favorit-dari.html' title='Download klip favorit dari www.youtube.com'/><author><name>burnyourselfnow</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14584420530203751812</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16326308319163424010'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12296770.post-116051892845477559</id><published>2006-10-10T15:21:00.000-07:00</published><updated>2006-10-11T11:29:41.486-07:00</updated><title type='text'>Surat untuk Rasyid</title><content type='html'>Tulisan Bunda untuk Rasyid ketika tugas luar kota&lt;br /&gt;-------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nak, kemarin Bunda jalan-jalan ke pasar menemani responden yang diwawancarai belanja ke pasar, maaf ya abang Bunda tinggal, kalau kamu sudah besar Bunda akan ajak abang jalan-jalan ke kota Bandung, makan siang di restoran Ma'Uneh yang ada di jalan Pajajaran dan makan malam di The Valley Restaurant, tempatnya indah......amazing, romantis. Ayah juga pasti kita ajak bersama.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh iya sekarang Rasyid kan sudah besar, sudah waktunya berhenti menyusu, kamu sudah siap Bunda sapihkan, Bang ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda kangen banget sama abang juga dengan Ayah. Semalam Bunda tidur sendiri, dingin, Bunda nonton TV sampai tengah malam, terbangun jam 4 pagi kemudian tidur lagi. Eh, malahjadi kesiangan, tahu-tahu sudah jam 6 pagi...Pagi harinya lebih dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang Bunda ada di depo Unilever di Bandung. Gedungnya kecil dan pegawainya tidak sebanyak di HO tempat Bunda kerja. Di sini Bunda ketemu dengan Mbak Ana dan Mbak Ria secretary depo. Bunda menunggu di luar ruangan meeting sendiri dan menuliskannya di sini.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;burn yourself, less talk, more rocks !&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12296770-116051892845477559?l=ceceys.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceceys.blogspot.com/feeds/116051892845477559/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=12296770&amp;postID=116051892845477559' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12296770/posts/default/116051892845477559'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12296770/posts/default/116051892845477559'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceceys.blogspot.com/2006/10/surat-untuk-rasyid.html' title='Surat untuk Rasyid'/><author><name>burnyourselfnow</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14584420530203751812</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16326308319163424010'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12296770.post-115949308587310695</id><published>2006-09-28T18:24:00.000-07:00</published><updated>2006-10-11T12:37:50.476-07:00</updated><title type='text'>[Resensi] Memberangus Keadilan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/3987/1035/1600/m-memberangus_keadilan.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3987/1035/320/m-memberangus_keadilan.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mencari tahu siapa itu Mumia Abu Jamal akhirnya saya bisa menemukan bukunya yang diterbitkan kembali oleh Profetik (Mizan Group). Aslinya buku ini berjudul All Things Censored yang memuat beberapa essai Mumia yang ditulisnya di blok hukuman mati. Mumia dijatuhi hukuman mati atas kesalahan yang tidak dilakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya dengan membaca buku ini saya pribadi bisa banyak tahu sebenarnya hukum dan keadilan di Amerika Serikat sana, bau rasisme yang masih kental dan hukum yang masih memihak si pemilik modal. Mungkin bisa dibilang sama di negeri ini juga walau pasti ada beberapa perbedaan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau judul buku ditambahi "Kisah Seorang Narapidana Muslim Kulit Hitam di Amerika" namun tidak banyak ditemui pandangan-pandangan Mumia tentang agamanya ini. Buat yang alergi dengan nama Islam, Anda masih bisa membacanya tanpa prasangka buruk. Hanya beberapa kata tentang Al Quran dan essai tentang Malcolm X yang mungkin masih ada hubungannya dengan kata-kata "muslim".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosok Mumia saya kenal lewat penggalan lirik dari Zack la Rocha, vokalis Rage Against The Machine, band yang kini sudah bubar dan berganti wujud menjadi Audioslave dengan vokalis baru, Chris Cornell mantan vokalis Soundgarden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa essai saya sangat suka, diantaranya adalah essai tentang Malcolm X dan beberapa pejuang hukum di sana menurut pandangan Mumia. Semoga Allah swt memudahkan ujian ini bagi Mumia dan menunjukkan kebenaran atas kasus yang dihadapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat membaca !&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;burn yourself, less talk, more rocks !&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12296770-115949308587310695?l=ceceys.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceceys.blogspot.com/feeds/115949308587310695/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=12296770&amp;postID=115949308587310695' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12296770/posts/default/115949308587310695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12296770/posts/default/115949308587310695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceceys.blogspot.com/2006/09/resensi-memberangus-keadilan.html' title='[Resensi] Memberangus Keadilan'/><author><name>burnyourselfnow</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14584420530203751812</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16326308319163424010'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12296770.post-115763233845479141</id><published>2006-09-07T05:13:00.000-07:00</published><updated>2006-09-07T05:32:19.123-07:00</updated><title type='text'>Ibu</title><content type='html'>"Ribuan kilo jalan yang kau tempuh, lewati rintang untuk aku anakmu&lt;br /&gt;ibuku sayang masih terus berjalan, walau tapak kaki penuh darah penuh nanah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu saja ada atmosfir beda yang membuat haru setiap mendengar lagu ini. Lagu yang selalu  berhasil membuat hati ini terkoyak setiap mendengar dan meresapi bait-bait liriknya. Kadang membuat hidung ini kembang kempis menahan haru, lalu air mata diam-diam dengan malu, menuruni pipi ini. Kadang membuat ingin menelpon ibu di rumah atau segera mendekap ibu tersayang, lalu menangis sejadi-jadinya di pangkuannya. Demi Allah, aku tak pernah bisa membalas jasa-jasanya, oh Ibu sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih teringat dan dan tak pernah lekang kepingan memori mengingat waktu itu. Dua puluh tahun lalu.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"A, sudah tidur sana, nanti sekolahnya kesiangan" ujar Ibu yang masih mengupas kulit ubi untuk digoreng dengan tepung. Aku yang terbangun karena ingin pergi ke kamar kecil akhirnya menuruti permintaan Ibu karena mata ini memang masih mengantuk. Kadang kala aku tertidur di tikar yang terhampar di dapur sambil memperhatikan kedua orangtuaku sibuk memasak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu yang tegar dan ikhlas membantu Bapak demi perekonomian keluarga dengan menjual gorengan selalu membuat aku kagum dan haru. Bapak yang bekerja di sebuah pabrik kawat di bilangan Tangerang, di pinggir jalan Daan Mogot selalu menyempatkan mengajari kami baca tulis dan menghitung. Ah, walau kadang kala Bapak mengajar dengan keras tapi hasilnya sudah sepantasnya aku banyak berterimakasih kepadanya. Ketika ucapan Bapak sudah keras karena aku tampak lamban berpikir, biasanya Ibu "menyelamatkan" dengan mengajakku belanja ke warung Mpok Wati. Sungguh paduan sempurna kasih sayang mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak kulihat masih menggoreng beberapa ubi dan pisang di penggorengan dengan minyak panas di atas kompor minyak tanah merek Butterfly untuk dijual esok hari. Hawa dapur di sepertiga malam terakhir ini menjadi hangat. Rumah kontrakan yang masih berdinding bilik bambu menjadi saksi bisu perjuangan orangtuaku. Pagi hari biasanya Ibu menjual dengan menitipkan ke warung Mpok Wati di depan musholla di kampung kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang hari setelah pulang dari sekolah, biasanya aku menjadi agen pengintai penjualan gorengan Ibu di warung sambil bermain di depan musholla. Kalau banyak yang terjual langsung meluncur kalimat hamdalah berkali-kali dari bibir ini dan senyum-senyum sendiri sambil tetap bermain. Kalau sisa gorengan masih banyak aku masih yakin bahwa masih ada sore dan malam hari. "Semoga banyak yang laku terjual," doaku diam-diam dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"A, tolong lihat sisa gorengan di warung si Mpok," pinta Ibu di setiap petang selepas aku mengaji atau shalat isya di musholla&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera aku berlari ke warung dan mengintai sisa gorengan di warung. Satu, dua, tiga, kuhitung dengan hati-hati tanpa sepengetahuan Mpok Wati atau keluarganya, biasanya aku juga mengendap-endap juga supaya tidak ketahuan. Kalau tersisa sedikit, aku segera berlari pulang ke rumah sambil tersenyum memberitahukan kepada Ibu. Jika masih sisa banyak, kadang dengan wajah murung aku melapor ke Ibu. Biasanya Ibu langsung menghiburku, "Gapapa, kan masih ada besok. Rezeki Allah masih banyak A,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"seperti udara kasih yang engkau berikan, tak mampu ku membalas, ibu...."&lt;br /&gt;"ingin kudekap dan menangis di pangkuanmu, sampai aku tertidur, bagai masa waktu kecil dulu"&lt;br /&gt;"lalu doa-doa baluri seluruh tubuhku, dengan apa kumembalas, Ibu.."&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;burn yourself, less talk, more rocks !&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12296770-115763233845479141?l=ceceys.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceceys.blogspot.com/feeds/115763233845479141/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=12296770&amp;postID=115763233845479141' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12296770/posts/default/115763233845479141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12296770/posts/default/115763233845479141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceceys.blogspot.com/2006/09/ibu.html' title='Ibu'/><author><name>burnyourselfnow</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14584420530203751812</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16326308319163424010'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12296770.post-115726381715101043</id><published>2006-09-02T23:09:00.000-07:00</published><updated>2006-09-03T00:44:23.840-07:00</updated><title type='text'>Menyetrika yuk !</title><content type='html'>Setrika di zaman sekarang sudah enak dengan listrik, anda tinggal colok dan tunggu panas lalu menyetrika bisa dimulai. Tidak seperti dulu yang terbuat dari besi yang isinya arang yang perlu dibuat bara agar setrika bisa panas. Beratnya jangan ditanya, belum menyetrika saja keringat akan membasahi tubuh ini, belum lagi kalau bara arangnya habis kita perlu berhenti untuk mengganti dengan arang yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabatku para suami tercinta, apakah pernah anda meluangkan waktu untuk membantu menyetrika di rumah ? Membantu sang istri yang sudah lelah bekerja mengasuh anak dan melayani kita hampir 24 jam atau istri kita yang sama-sama mencari nafkah dengan sekedar menyetrika. Atau membantu lelahnya sang pembantu kita yang sudah all out membantu kita seharian di rumah. Saya katakan all out. Rasakan kepenatan mereka sekejap dan katakan apa yang terbayang. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pilih kegiatan ini karena anda tidak perlu berbasah-basah ria seperti mencuci baju atau perabotan yang bisa membuat masuk angin setelah terendam beberapa lama di air, atau menyapu yang pasti akan berpindah-pindah tempat atau kegiatan lainnya sebagaimana list rutin pekerjaan istri atau pembantu di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pekerjaan mencuci sudah terwakili dengan mesin cuci otomatis, tinggal pekerjaan menyetrikalah  yang harus dilakukan dengan manual. Jangan biarkan diri anda tidak mendapat tambahan pahala berpartisipasi aktif dalam kegiatan rumah tangga yang kita yakini banyak berkahnya ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selelah apapun anda, cobalah untuk menyetrika walau sedikit, walau anda mampu untuk membayar pembantu. Biarkan hari ini ego anda bisa terkalahkan oleh niat tulus untuk berbuat sesuatu untuk keluarga walau tidak besar. Jelas, ini hanya bagian kecil dari rutinitas pekerjaan dalam rumah tangga. Jangan diam ketika mental mandiri  anda sedikit demi sedikit hilang dari dada anda tidak seperti ketika anda kost dulu atau ketika masih membujang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan anda mulai pekerjaan mulia ini untuk sekedar meringankan beban pekerjaan dalam rumah tangga mulai dengan baju anak-anak anda yang kecil, pakaian dalam, kaos, kemeja, celana, rok, blus, blazer dan lainnya. Niatkan yang ikhlas karena Allah swt sehingga pekerjaan ini bisa bernilai ibadah dalam timbanganNya, kalaupun nanti anda mendapatkan bonus dari sang istri tercinta anggap saja berkah membantunya dengan penuh cinta dan keiklasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nikmati keheningan malam selama anda menyetrika selepas pulang kerja dengan segelas teh hangat atau kopi susu sambil anda mendengar tilawah Quran atau musik yang anda sukai di tape kesayangan anda. Rasakan lelahnya orang-orang yang kita cintai membantu kita. Istri, anak, pembantu, ibu mertua, orang tua, tetangga atau siapa saja yang kita angggap berjasa dalam hidup ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menyetrika anda juga bisa menyusun rencana hidup keluarga ke depan, menyusun stategi keuangan di antara kenaikkan harga-harga yang terus membumbung tinggi  di sekitar kita. Sambil terus optimis bahwa pertolongan itu datang hanya dari Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, tak terasa anda sudah menyelesaikan banyak tumpukan setrikaan di rumah. Menyumbang sedikit tenaga bagi kelangsungan kehidupan keluarga. Ritme indah yang anda bangun bersama orang-orang yang anda cintai bersama di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah ditanya kenapa kita masih mau mengerjakan pekerjaan rumah tangga di rumah. Bukankah sudah ada istri atau pembantu di rumah ? Bukankah kita sudah lelah mencari nafkah? Saya hanya tersenyum menjawabnya,  sesungguhnya kita malu terhadap Rasulullah, para sahabat dan salafus shalih yang pasti lebih sibuk dan menderita dalam perjuangannya menegakkan dien ini dan juga mencari nafkah untuk keluarganya namun mereka masih mau meluangkan waktu untuk membantu istri atau pembantunya di rumah. Kita mesti malu sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ingatkah kita akan sebuah hadist Rasulullah, sesungguhnya yang terbaik dari kalian adalah yang paling sayang pada keluarganya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yuk, kita menyetrika yuk.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;burn yourself, less talk, more rocks !&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12296770-115726381715101043?l=ceceys.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceceys.blogspot.com/feeds/115726381715101043/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=12296770&amp;postID=115726381715101043' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12296770/posts/default/115726381715101043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12296770/posts/default/115726381715101043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceceys.blogspot.com/2006/09/menyetrika-yuk.html' title='Menyetrika yuk !'/><author><name>burnyourselfnow</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14584420530203751812</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16326308319163424010'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12296770.post-114006195024895348</id><published>2006-02-15T19:34:00.000-08:00</published><updated>2006-09-03T00:47:45.223-07:00</updated><title type='text'>Istiqomah Kembali</title><content type='html'>Dari arti kata istiqomah bisa diartikan teguh pada prinsip yang berpegang teguh pada Al Quran dan As Sunah di setiap aspek kehidupan. Secara mudah bisa katakan konsisten, konsisten dalam hal apapun yang sudah menjadi keyakinan kita, dalam hal ini konsisten terhadap ajaran tauhid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam surat Hud ayat 112, Allah swt berfirman :&lt;br /&gt;"Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan."&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang benar menjadi  istiqomah tidaklah mudah, ia perlu latihan ekstra keras sehingga hati dan sikap kita bisa beradaptasi dengan baik dengannya. Bahkan terkadang pahit, layaknya para generasi awal yang berjuang bersama Rasulullah. Seperti Bilal bin Rabah yang mempertahankan keyakinan sampai ia disiksa oleh kaum kafir Quraisy. Namun dengan keyakinan kuat bahwa Allah swt akan selalu memberikan jaminan bahwa akan selalu bersama umatnya yang istiqomah bisa membuat kita semakin semangat berlatih dengan penuh kesabaran dan keiklasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya istiqomah adalah kesabaran yang bersandarkan pada keyakinan akan pertolongan Allah swt seperti tertuang dalam surat Al Kahfi ayat 28, “Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Rabb-Nya di pagi dan senja hari, dengan mengharap keridhaan-Nya. Dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini. Dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara global, istiqomah atau konsisten juga sangat diperlukan dan merupakan syarat mutlak kesuksesan di dalam dunia ini. Murid yang konsisten belajar dengan murid yang tidak konsisten tentu akan jauh beda hasilnya. Bagi anda yang berwirausaha, konsisten dan pandai melihat peluang harus menjadi indera tambahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu dicermati keadaan umat Islam sekarang dimana Islam banyak dilecehkan dan diekspolitasi tanpa mampu kita menghadapi semua itu. Wibawa umat Islam ini yang luluh lantah dihadapan para musuh-musuh kita. Hal ini bisa dikaitkan dengan sikap istiqomah kita terhadap ajaran Islam itu sendiri dan ini merupakan pelajaran sangat berharga bagi kita semua. Sehingga ini bisa dijadikan momentum kita untuk kembali istiqomah terhadap keyakinan kita ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah dimana seorang sahabat ada yang bertanya kepada Rasulullah mengenai amalan yang diajarkan yang setelah tahu sahabat tersebut tidak perlu bertanya kembali. Rasulullah menjawab : "Katakanlah aku beriman kepada Allah dan beristiqomahlah,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita bisa bersama kembali istiqomah dalam setiap aspek kehidupan sehingga pertolongan Allah selalu kita peroleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(disarikan dari kajian tafsir hadist masjid Iqro' BPPT, Rabu ba'da dzuhur)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;burn yourself, less talk, more rocks !&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12296770-114006195024895348?l=ceceys.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceceys.blogspot.com/feeds/114006195024895348/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=12296770&amp;postID=114006195024895348' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12296770/posts/default/114006195024895348'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12296770/posts/default/114006195024895348'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceceys.blogspot.com/2006/02/istiqomah-kembali.html' title='Istiqomah Kembali'/><author><name>burnyourselfnow</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14584420530203751812</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16326308319163424010'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12296770.post-113644080612444454</id><published>2006-01-04T21:37:00.000-08:00</published><updated>2006-09-03T00:49:22.356-07:00</updated><title type='text'>Saya ingin bisa menulis kembali</title><content type='html'>Hiks, rasaya sedih sekali sudah hampir beberapa bulan ini tangan saya seperti kaku untuk dipakai menulis kembali seperti dulu, rasaya mau menangis. Daya juang yang dulu sempat ada kok serasa hilang.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga ada keajaiban yang Allah swt turunkan kepada saya sehingga bisa menulis kembali seperti dulu. Rasanya ruh untuk menulis mulai mengupa dari sela-sela aktifitas hidup saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah suatu ketika saya ingin mengikuti kelas penulisan jarak jauh yang diadakan oileh sebuah penerbit. Semangat sudah membara, namun degh, setelah melihat harganya kok jadi urung niat ini. Kalau pun ikut rasanya keluarga saya harus bisa berpuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa ide yang muncul di otak seperti sulit untuk diungkapkan oleh saya pribadi dalam sebuah tulisan. Tak perlu tulisan yang memenuhi kriteria layak baca, tulisan asal pun kok seperti mandeg untuk dikeluarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun itu alasannya, saya ingin menjadikan kegiatan menulis bagian dari sebuah ritme hidup saya bersama istri, anak-anak, dan seluruh teman dalam kepingan perjuangan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga ada keajaiban itu yang datang, dan saya siap bersyukur kepadaNya akan waktu dimana itu datang..........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ceceys-050106-dalam sebuah harap &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;burn yourself, less talk, more rocks !&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12296770-113644080612444454?l=ceceys.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceceys.blogspot.com/feeds/113644080612444454/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=12296770&amp;postID=113644080612444454' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12296770/posts/default/113644080612444454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12296770/posts/default/113644080612444454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceceys.blogspot.com/2006/01/saya-ingin-bisa-menulis-kembali.html' title='Saya ingin bisa menulis kembali'/><author><name>burnyourselfnow</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14584420530203751812</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16326308319163424010'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12296770.post-113253978339468754</id><published>2005-11-20T18:22:00.000-08:00</published><updated>2006-09-03T00:52:16.236-07:00</updated><title type='text'>IQRA : Bingung antara Salafi, Ikhwan, Tahrir dan Tabligh</title><content type='html'>Bingung antara Salafi, Ikhwan, Tahrir dan Tabligh&lt;br /&gt;Publikasi: 02/06/2005 09:47 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ass. wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ba'da tahmid wa sholawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz, terus terang saya bingung, milih/bergabung dengan yang mana? (saya tidak berani nyebut 'kelompok'). Di internet banyak saya dapati diskusi yang 'saling koreksi'/'saling hujat'(?). Saya terus terang saja, ada salafi yang maju tegas dengan hujjah-nya yang kuat dengan hadits shahih, dan pemahaman salafushshalih. Ada yang mengkritik kepada mereka untuk tidak memprovokasi (karena terkenal suka mengkritik). Tapi dari jawaban mereka bukankah itu koreksi agar bisa berlaku benar (karena hujjah-nya itu dalil shahih). Tapi kadang ada yang menganggap salafi ini tidak peduli maslh kontemporer.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada IM dengan syumuliyatul islam. Ada yang mengkritik(memfitnah?) mereka sebagai ahli bid'ah. Tapi saya tahu juga ada muwasofat yang mengkarakteristikkan muslim agar "shahihul ibadah", dan juga ustaz-nya banyak yang kualitas pendidikan syariahnya sangat memadai (sehingga kadang sulit percaya mereka itu "generally" ahli bid'ah). Terlebih banyak bukti yang telah disajikannya di tengah dunia Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada HT yang dituduh mu'tazilah. Tapi perjuangan khilafah-nya luar biasa, dan kadang-kadang bener juga apa yang mereka gembar-gemborkan. Tapi HT juga dikenal tidak mengakui hadits ahad, hal yang berkaitan dengan aqidah tentunya. Tapi lagi, ada juga berita yang menyebutkan jenazah salah satu syabab-nya meninggal dengan bau wangi semerbak (seolah mendapat kedudukan yang diridhai Allah SWT). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bingung Ustadz. Saya juga tidak mengetahui pasti ustadz termasuk di mana? Semuanya mengklaim manhaj nabi. Belakangan saya mendengar yang ada itu istilah manhaj salaf, sesuai dengan yang dituntunkan oleh Rasulullah SAW. Sulit untuk meyakini segala tuduhan yang kerap dilontarkan salafiyin (duh, saya terpaksa memakai istilah ini staz, padahal kan sebenarnya kita sewajarnya mengikuti pemahaman salaf shalih). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana sih duduk perkaranya Ustadz. Ketika disebut bagaimana umat mau bangkit ketika bid'ah merajalela? Benar juga, apalagi ancamannya neraka. Ketika disebut problem utamanya adalah khilafah? Betul juga. apalagi disebut, matinya mati jahiliah kalau tidak membaiat khalifah. Ketika dinyatakan tanpa pembinaan pribadi-keluarga-masyarakat dan seterusnya tidak mungkin kebangikitan dicapai? Benar juga, realistis, dan terbukti dari sirah nabi (belakangan saya mendengar IM dituduh salah membaca sirah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tolong penjelasannya ustadz. Afwan jika kepanjangan. Saya tidak menyangka, ada 'perbedaan' yang demikian akan mengusik. Mudah-mudahan kebingungan ini segera sirna. Mohon jawaban Ustadz segera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wass. wr. wb.&lt;br /&gt;Abdullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu 'alaikum warahmatullahi wa barakatuh&lt;br /&gt;Al-hamdulillah, wash-shalatu wassalamu 'ala rasulillah, wa ba'du&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kita tidak perlu terlalu pesimis dengan kenyataan seperti ini, sebab bila kita lihat secara lebih seksama, masih terlalu banyak persamaan di antara kelompok-kelompok itu ketimbang perbedaannya. Dibandingkan dengan perbedaannya, ternyata perbedaan di antara mereka terlalu kecil dan nyaris tidak ada artinya. Hanya mereka yang tidak objektif dan kurang informasi saja yang terpengaruh dengan perbedaan pendapat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan berbeda pendapat itu adalah hal yang wajar dan tidak berdosa. Bukankah para ulama salaf di masa lalu sering berbeda pandangan? Demikian juga dengan para shahabat, mereka sering kali punya pandangan yang tidak saling sejalan, padahal mereka hidup bersama Rasulullah SAW. Bahkan para nabi pun pernah berselisih sesama mereka sendiri. Maka berbeda pandangan pada masalah kecil tertentu adalah hal yang wajar. Mari kita lakukan penelusuran lebih dalam dengan melihat begitu banyak persamaan di antara kelompok-kelompok itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah semua sepakat bahwa agama yang benar di sisi Allah SWT hanya Islam? Bukankah semua sepakat bahwa agama selain Islam itu kafir dan non muslim itu masuk neraka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah mereka sepakat bahwa Al-Quran dan sunnah nabi itu merupakan sumber utama ajaran Islam? Bukankah semua sepakat bahwa kehidupan kita di dunia ini harus merujuk kepada keduanya? Bahwa Al-Quran adalah wahyu yang diturunkan dari langit oleh Jibril kepada Muhammad SAW dalam bahasa arab yang jelas dan menjadi mukjizat. Bahwa kita wajib merujuk kepada sunnah nabi yang shahih dan diterima sebagai pelengkap Al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah mereka sepakat bahwa Muhammad SAW itu adalah nabi dan utusan Allah? Bahwa kita diharamkan beribadah ritual kecuali bila ada contoh dari beliau. Bahwa beliau adalah nabi terakhir yang menasakhkan semua risalah yang pernah turun ke dunia. Bahwa kehidupan beliau adalah teladan bagi kita. Semua sepakat dalam masalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah semua sepakat untuk menegakkan ajaran dan syariah Islam sebagai pedoman hidup yang dipegang teguh? Bahwa semua sistem dan aturan selain Islam adalah batil dan tertolak. Bahwa setiap muslim wajib ikut menegakkan syariat Islam, baik pada diri, keluarga, masyarakat atau negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka bagaimana mungkin kelompok yang punya aqidah yang sama seperti ini kita katakan berpecah-pecah. Mereka adalah satu tubuh dan bagian utuh dari umat Islam. Mereka semua bersaudara, meski dalam beberapa masalah kecil ada sedikit perbedaan yang wajar. Apalagi kalau kita cermat melihatnya, justru perbedaan itu semakin menunjukkan bahwa masing-masing kelompok itu punya potensi yang baik dan perlu dikembangkan. Sehingga masing-masing sangat berpeluang untuk bersinergi dengan yang lainnya. Masing-masing bisa saling memberikan potensi yang dimiliki demi kebaikan umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita lihat saudara-saudara kita dalam dakwah salafiyah. Mereka umumnya lebih punya titik tekan pada masalah pembenaran dan pelurusan aqidah. Sehingga istilah-istilah yang berkaitan dengan tauhid, aqidah, manhaj ahlussunnah dan sejenisnya lebih sering terdengar dari kelompok ini. Selain itu mereka juga sering mengangkat masalah pemberantasan bid`ah-bid`ah yang sering terjadi di tengah masyarakat. Bukankah mereka punya potensi besar yang sangat dibutuhkan oleh saudara-saudara muslim lainnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga punya saudara dari kalangan Jamaah Tabligh. Kelompok ini bercirikan mengajak orang untuk membersihkan hati, memperbanyak amal ibadah mahdhah, meramaikan masjid, hidup sederhana dan bersahaja serta menghidupkan praktek yang mereka yakini sebagai sunnah Nabi SAW. Diantaranya makan bersama dalam satu wadah dengan tangan, memakai parfum dan celak mata, memakai kayu `ara` untuk menggosok gigi (bersiwak) serta memperbanyak zikir dan mengajak orang untuk ibadah. Mereka tidak terlalu antusias dengan urusan politik suatu negeri, atau memberantas kemungkaran, bid`ah atau syirik. Mereka lebih senang berkonsentrasi kepada Amar Makrufnya yaitu mengajak kepada kebaikan saja. Mereka punya program jaulah dan khuruj yang bentuknya menginap di masjid dan berpindah dari satu masijd ke masjid lain. Mereka tidak merasa risih untuk mengetuk pintu rumah orang-orang muslim dan berziarah serta mengajak anggota keluarga untuk shalat di masjid. Meski mereka tidak kenal dengan penduduk setempat. Bahkan rute khuruj dan jaulah mereka bisa sampai ke manca negara dan berhasil mengislamkan banyak orang di negeri non muslim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah mereka punya potensi dan prestasi besar yang bisa disinergikan bersama dengan saudara-saudara muslim lainnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga punya saudara dari kalangan Ihkwan yang sejak awal menyatakan bahwa gerakan mereka adalah gerakan yang integral dan mencakup semua bentuk aktifitas. Kita kagum dengan kemampuan mereka merekrut pendukung dan kepiawaian dalam membentuk sturktur yang solid. Sehingga mampu menghimpun sekian banyak potensi umat menjadi sebuah kekuatan raksasa yang ditakuti lawan dan disegani kawan. Secara politik ikhwan memandang bahwa peluang untuk berdakwah bisa dilakukan dimana saja, termasuk politik. Sehingga bila kondisi memungkinkan, mereka tidak segan untuk membuat partai politik dan memperjuangkan syariat Islam melalui parlemen. Meski tujuan mereka bukan semata-mata kekuasaan. Saat ini gerakan ikhwan telah tersebar di hampir 70 negara Arab dan non Arab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah mereka juga saudara kita yang sarat potensi dan prestasi? Wajar bila kita pun berbagi banyak hal dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga punya saudara dari kalangan Hizbut Tahrir. Mereka kerap mengedepankan kembali kepada khilafah Islamiyah. Mereka juga berkonsentrasi kepada pemikiran dan tsaqafah islamiyah serta menjadikannya landasan pembentukan pribadi muslim. Untuk itu mereka aktif melakukan nadwah (seminar), dialog, diskusi, tanya jawab dan sebagainya. Gerakan hizbut tahrir ini juga lumayan banyak diikuti oleh para aktifis di berbagai belahan dunia termasuk eropa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sebenarnya tidak usah terlau pesimis dengan banyaknya kelompok dan jamaah seperti itu. Pertama, karena adanya banyak jamaah itu tidak otomatis berarti perpecahan dan pertikaian. Karena sebenarnya masing-masing bisa tetap menjaga ukhuwah, kerjasama dan saling melengkapi kekurangan masing-masing. Dan sebaiknya para tokoh dari masing-masing jamaah itu pun tidak menciptakan fanatisme berlebihan sehingga menimbulkan fitnah atau juga tidak saling menjelekkan dan saling caci. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, adanya jamaah dengan konsentrasi masing-masing itu bisa menjadi lahan untuk menajamkan visi dan profesionalitas umat. Karena masing-masing punya bidang garap dan spesialisasi yang unik. Keunikan masing-masing itu bisa dimanfaatkan untuk saling bersinergi dalam menegakkan Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga : bahwa masing-masing punya kekurangan, tentu merupakan hal yang pasti. Adalah menjadi tugas kita bersama untuk memperbaikinya dengan semangat ukhuwah dan berhuznudz-dzan. Bukan dengan semangat untuk saling mencaci atau menjatuhkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biar bagaimana pun semua itu adalah satu umat dan masing-masing saling bersaudara. Sehingga Allah SWT tetap akan menolong hambanya selama hambanya tetap menolong saudarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bish-shawab, Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wa barakatuh &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;burn yourself, less talk, more rocks !&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12296770-113253978339468754?l=ceceys.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceceys.blogspot.com/feeds/113253978339468754/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=12296770&amp;postID=113253978339468754' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12296770/posts/default/113253978339468754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12296770/posts/default/113253978339468754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceceys.blogspot.com/2005/11/iqra-bingung-antara-salafi-ikhwan.html' title='IQRA : Bingung antara Salafi, Ikhwan, Tahrir dan Tabligh'/><author><name>burnyourselfnow</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14584420530203751812</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16326308319163424010'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12296770.post-113253948042628158</id><published>2005-11-20T18:09:00.000-08:00</published><updated>2006-09-03T00:55:30.393-07:00</updated><title type='text'>IQRA : Sejarah Penulisan Al-Quran : Siapa yang Melakukan, Mengapa dan Bagaimana</title><content type='html'>Sejarah Penulisan Al-Quran : Siapa yang Melakukan, Mengapa dan Bagaimana&lt;br /&gt;10/11/2005 11:53 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu'alaikum Wr Wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana proses al-Qur'an itu menjadi suatu Mushaf? Siapa yang menuliskan dan bagaimana bisa tersusun seperti yang ada saat ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalammu'alaikum Wr Wb &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu 'alaikum warahmatullahi wa barakatuh&lt;br /&gt;Al-hamdulillah, wash-shalatu wassalamu 'ala rasulillah, wa ba'du&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasullullah SAW telah mengangkat para penulis wahyu Al-Qur'an dari sahabat-sahabat terkemuka, seperti Ali bin Abi thalib ra, Muawiyah ra, 'Ubai bin K'ab ra. dan Zaid bin Tsabit ra. Setia ada ayat turun, beliau memerintahkan mereka menulisnya dan menunjukkan tempat ayat tersebut dalam surah, sehingga penulisan pada lembar itu membantu penghafalan didalam hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu sebagian sahabat juga menuliskan Al-Qur'an yang turun itu atas kemauan mereka sendiri, tanpa diperintah oleh Rasulullah SAW. Mereka menuliskannya pada pelepah kurma, lempengan batu, daun lontar, kulit atau daun kayu, pelana, potongan tulang belulang binatang. Zaid bin Sabit ra. berkata,"Kami menyusun al-Qur'an dihadapan Rasulullah pada kulit binatang." Ini menunjukkan betapa besar kesulitan yang dipikul para sahabat dalam menulis Qur'an. Alat-alat tulis tidak cukup tersedia bagi mereka, selain sarana-sarana tersebut. Dan dengan demikian, penulisan Qur'an ini semakin menambah hafalan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu malaikat Jibril as membacakan kembali ayat demi ayat Al-Qur'an kepada Rasulullah SAW pada malam-malam bulan Ramadan pada setiap tahunnya. Abdullah bin Abbas ra. berkata,"Rasulullah adalah orang paling pemurah dan puncak kemurahan pada bulan Ramadan, ketika ia ditemui oleh malaikat Jibril as. Beliau SAW ditemui oleh malaikat Jibril as setiap malam, dimana Jibril membacakan Al-Qur'an kepada beliau, dan ketika itu beliau SAW sangat pemurah sekali." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat senantiasa menyodorkan Al-Qur'an kepada Rasulullah SAW baik dalam bentuk hafalan maupun tulisan. Tulisan-tulisan Al-Qur'an pada masa Nabi tidak terkumpul dalam satu mushaf, yang ada pada seseorang belum tentu dimiliki orang lain. Para ulama telah menyampaikan bahwa segolongan dari mereka, diantaranya Ali bin Abi Thalib ra, Muaz bin Jabal ra, Ubai bin Ka'ab ra, Zaid bin Sabit ra. dan Abdullah bin Mas'ud ra. telah menghafalkan seluruh isi Al-Qur'an dimasa Rasulullah. Dan mereka menyebutkan pula bahwa Zaid bin Sabit ra. adalah orang yang terakhir kali membacakan Al-Qur'an dihadapan Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Rasulullah SAW berpulang ke rahmatullah disaat Al-Qur'an telah dihafal oleh ribuan para shahabat dan tertulis dalam mushaf dengan susunan seperti disebutkan diatas. Tiap ayat-ayat dan surah-surah dipisah-pisahkan, atau diterbitkan ayat-ayatnya saja dan setiap surah berada dalam satu lembar secara terpisah dalam tujuh huruf. Tetapi memang benar bahwa Al-Qur'an belum lagi dijilid dalam satu mushaf yang menyeluruh. Sebab Rasulullah SAW masih selalu menanti turunnya wahyu dari waktu ke waktu. Disamping itu terkadang pula terdapat ayat yang menasahh (menghapuskan) sesuatu yang turun sebelumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susunan atau tertib penulisan Al-Qur'an itu tidak menurut tertib turunnya, tetapi setiap ayat yang turun dituliskan di tempat penulisan sesuai dengan petunjuk Rasulullah SAW. Beliau sendiri yang menjelaskan bahwa ayat anu harus diletakkan dalam surah anu. Andaikata (pada masa Nabi) Qur'an itu seluruhnya dikumpulkan diantara dua cover sampul dalam satu mushaf, hal yang demikian tentu akan membawa perubahan bila wahyu turun lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Az-Zarkasyi berkata, "Al-Qur'an tidak dituliskan dalam satu mushaf pada zaman Nabi agar ia tidak berubah pada setiap waktu. Oleh sebab itu, penulisannya dilakukan kemudian sesudah Qur'an turun semua, yaitu dengan wafatnya Rasulullah." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pengertian inilah ditafsirkan apa yang diriwayatkan dari Zaid bin Sabit ra. yang mengatakan,"Rasulullah telah wafat sedang Al-Qur'an belum dikumpulkan sama sekali." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya ayat-ayat dalam surah-surahnya belum dikumpulkan secara tertib dalam satu mushaf. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Katabi berkata,"Rasulullah tidak mengumpulkan Qur'an dalam satu mushaf itu karena ia senantiasa menunggu ayat nasikh terhadap sebagian hukum-hukum atau bacaannya. Sesudah berakhir masa turunnya dengan wafatnya Rasululah, maka Allah mengilhamkan penulisan mushaf secara lengkap kepada para Khulafaurrasyidin sesuai dengan janjinya yang benar kepada umat ini tentang jaminan pemeliharaannya. Dan hal ini terjadi pertama kalinya pada masa Abu Bakar ra. atas pertimbangan usulan Umar ra."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengumpulan Qur'an pada Masa Abu Bakar &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar ra. menjalankan urusan Islam sesudah Rasulullah. Ia dihadapkan kepada peristiwa-peristiwa besar berkenaan dengan kemurtadan sebagian orang Arab. Karena itu ia segera menyiapkan pasukan dan mengirimkannya untuk memerangi orang-orang yang murtad itu. Peperangan Yamamah yang terjadi pada tahun 12 H melibatkan sejumlah besar sahabat yang hafal Al-Qur'an. Dalam peperangan ini tujuh puluh qari' (penghafal Al-Qur'an) dari para sahabat gugur. Umar bin Khatab ra. merasa sangat kuatir melihat kenyataan ini, lalu ia menghadap Abu Bakar ra. dan mengajukan usul kepadanya agar mengumpulkan dan membukukan Al-Qur'an karena dikhawatirkan akan musnah, sebab peperangan Yamamah telah banyak membunuh para qari'. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di segi lain Umar merasa khawatir juga kalau-kalau peperangan di tempat-tempat lain akan membunuh banyak qari' pula, sehingga Al-Qur'an akan hilang dan musnah, awalnya Abu Bakar ra. menolak usulan itu dan berkeberatan melakukan apa yang tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah. Tetapi Umar ra. tetap membujuknya, sehingga Allah membukakan hati Abu Bakar ra. untuk menerima usulan tersebut, kemudian Abu Bakar ra. memerintahkan Zaid bin Sabit ra, mengingat kedudukannya dalam masalah qiraat, kemampuan dalam masalah penulisan, pemahaman dan kecerdasannya, serta kehadirannya pada pembacaan yang terakhir kali. Abu Bakar ra. menceritakan kepadanya kekhawatiran dan usulan Umar. Pada mulanya Zaid ra. menolak seperti halnya Abu Bakar ra. sebelum itu. Keduanya lalu bertukar pendapat, sampai akhirnya Zaid ra. dapat menerima dengan lapang dada perintah penulisan Al-Qur'an itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaid ra. melalui tugasnya yang berat ini dengan bersandar pada hafalan yang ada dalam hati para qari' dan catatan yang ada pada para penulis. Kemudian lembaran-lembaran (kumpulan) itu disimpan di tangan Abu Bakar ra. Zaid ra. berkata,"Abu Bakar ra. memanggilku untuk menyampaikan berita mengenai korban perang Yamamah. Ternyata Umar sudah ada disana. Abu Bakar berkata: 'Umar telah datang kepadaku dan mengatakan bahwa perang yamamah telah menelan banyak korban dari kalangan penghafal Al-Qur'an dan ia khawatir kalau-kalau terbunuhnya para penghafal Al-Qur'an itu juga akan terjadi di tempat-tempat lain, sehingga sebagain besar Al-Qur'an akan musnah. Ia menganjurkan agar aku memerintahkan seseorang untuk mengumpulkan Al-Qur'an. Maka aku katakan kepadanya,"Bagaimana mungkin kita akan melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah?." Tetapi Umar menjawab dan bersumpah,"Demi Allah, perbuatan tersebut baik." Ia terus menerus membujukku sehingga Allah membukakan hatiku untuk menerima usulannya, dan akhirnya aku sependapat dengan Umar." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaid ra. berkata lagi,"Abu Bakar berkata kepadaku,"Engkau seorang pemuda yang cerdas dan kami tidak meragukan kemampuanmu. Engkau telah menuliskan wahyu untuk Rasulullah. Oleh karena itu carilah Al-Qur'an dan kumpulkanlah." "Demi Allah", Kata Zaid lebih lanjut", "Sekiranya mereka memintaku untuk memindahkan gunung, rasanya tidak lebih berat bagiku dari pada perintah mengumpulkan Al-Qur'an. Karena itu aku menjawab,"Mengapa anda berdua ingin melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah?." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar menjawab,"Demi Allah itu baik." Abu Bakar tetap membujukku sehingga Allah membukakan hatiku sebagaimana ia telah membukakan hati Abu Bakar ra. dan Umar ra. Maka aku pun mulai mencari Al-Qur'an. Kukumpulkan ia dari pelepah kurma, dari keping-kepingan batu dan dari hafalan para penghafal, sampai akhirnya aku mendapatkan akhir surah At-Taubah berada pada Abu Huzaimah Al-Anshari, yang tidak kudapatkan pada orang lain, yang berbunyi Sesungguhya telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri... hingga akhir surah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaran-lembaran (hasil kerjaku) tersebut kemudian disimpan ditangan Abu Bakar ra. hingga wafatnya. Sesudah itu berpindah ke tangan Umar ra. sewaktu masih hidup dan selanjutnya berada di tangan Hafsah binti Umar ra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaid bin Sabit ra. bertindak sangat teliti dan hati-hati. Ia tidak mencukupkan pada hafalan semata tanpa disertai dengan tulisan. Kata-kata Zaid dalam keterangan di atas,"Dan aku dapatkan akhir surah At-Taubah pada Abu Khuzaimah Al-Anshari yang tidak aku dapatkan pada orang lain", tidaklah menghilangkan arti keberhati-hatian tersebut dan tidak pula berari bahwa akhir surah At-Taubah itu tidak mutawatir. Tetapi yang dimaksud ialah bahwa ia tidak mendapat akhir surah Taubah tersebut dalam keadaan tertulis selain pada Abu Khuzaimah. Sedangkan Zaid sendiri hafal dan demikian pula banyak diantara para sahabat yang menghafalnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan itu lahir karena Zaid berpegang pada hafalan dan tulisan, jadi akhir surah Taubah itu telah dihafal oleh banyak sahabat. Dan mereka menyaksikan ayat tersebut dicatat. Tetapi catatannya hanya terdapat pada Abu Khuzaimah al-Ansari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibn Abu Daud meriwayatkan melalui Yahya bin Abdurrahman bin Hatib, yang mengatakan,"Umar datang lalu berkata,"Barang siapa menerima dari Rasulullah SAW sesuatu dari Al-Qur'an, hendaklah ia menyampaikannya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menuliskan Al-Qur'an itu pada lembaran kertas, papan kayu dan pelepah kurma. Dan Zaid ra. tidak mau menerima dari seseorang sebelum disaksikan oleh dua orang saksi. Ini menunjukkan bahwa Zaid ra. tidak merasa puas hanya dengan adanya tulisan semata sebelum tulisan itu disaksikan oleh orang yang menerimanya secara pendengaran langsung dari Rasulullah SAW, sekalipun Zaid ra. sendiri hafal. Beliau bersikap demikian ini karena sangat berhati-hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan diriwayatkan pula oleh Ibn Abu Daud melalui Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, bahwa Abu Bakar berkata pada Umar dan Zaid, "Duduklah kamu berdua di pintu masjid. Bila ada yang datang kepadamu membawa dua orang saksi atas sesuatu dari kitab Allah, maka tulislah." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para perawi hadis ini orang-orang terpercaya, sekalipun hadits tersebut munqati,(terputus). Ibn Hajar mengatakan, "Yang dimaksudkan dengan dua orang saksi adalah hafalan dan catatan." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As-Sakhawi menyebutkan dalam kitab Jamalul Qurra', yang dimaksdukan ialah kedua saksi itu menyaksikan bahwa catatan itu ditulis dihadapan Rasulullah. Atau dua orang saksi itu menyaksikan bahwa catatan tadi sesuai dengan salah satu cara yang dengan itu Al-Qur'an diturunkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Syamah berkata,"Maksud mereka adalah agar Zaid tidak menuliskan Al-Qur'an kecuali diambil dari sumber asli yang dicatat dihadapan Nabi, bukan semata-mata dari hafalan. Oleh sebab itu Zaid berkata tentang akhir surah At-Taubah,"Aku tidak mendapatkannya pada orang lain", sebab ia tidak menganggap cukup hanya didasarkan pada hafalan tanpa adanya catatan." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sudah mengetahui bahwa Qur'an sudah tercatat sebelum masa itu, yaitu pada masa Nabi. Tetapi masih berserakan pada kulit-kulit, tulang dan pelepah kurma. Kemudian Abu Bakar memerintahkan agar catatan-catatan tersebut dikumpulkan dalam satu mushaf, dengan ayat-ayat dan surah-surah yang tersusun serta dituliskan dengan sangat berhati-hati dan mencakup tujuh huruf yang dengan itu Qur'an diturunkan. Dengan demikian Abu Bakar adalah orang pertama yang mengumpulkan Al-Qur'an dalam satu mushaf dengan cara seperti ini, disamping terdapat pula mushaf-mushaf pribadi pada sebagian sahabat, seperti mushaf Ali ra, Ubai dan Ibn Mas'ud ra. Tetapi mushaf-mushaf itu tidak ditulis dengan cara-cara diatas dan tidak pula dikerjakan dengan penuh ketelitian dan kecermatan. Juga tidak dihimpun secara tertib yang hanya memuat ayat-ayat yang bacaannya tidak dimansuk dan secara ijma' sebagaimana mushaf Abu Bakar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keistimewaan-keistimewaan ini hanya ada pada himpunan Al-Qur'an yang dikerjakan Abu Bakar. Para ulama berpendapat bahwa penamaan Al-Qur'an dengan 'mushaf' itu baru muncul sejak saat itu, yaitu saat Abu Bakar mengumpulkan Al-Qur'an. Ali ra. berkata,"Orang yang paling besar pahalanya dalam hal mushaf ialah Abu Bakar ra. Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada Abu Bakar ra. Dialah orang yang pertama mengumpulkan kitab Allah." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengumpulan Qur'an pada Masa Usman &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebaran Islam bertambah dan para penghafal Al-Qur'an pun tersebar di berbagai wilayah. Dan penduduk di setiap wilayah itu mempelajari qira'at (bacaan) dari qari yang dikirim kepada mereka. Cara-cara pembacaan (qiraat) Qur'an yang mereka bawakan berbeda-beda sejalan dengan perbedaan 'huruf ' yang dengannya Al-Qur'an diturunkan. Apabila mereka berkumpul di suatu pertemuan atau di suatu medan peperangan, sebagian mereka merasa heran dengan adanya perbedaan qiraat ini. Terkadang sebagian mereka merasa puas, karena mengetahui bahwa perbedaan-perbedaan itu semuanya disandarkan kepada Rasulullah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi keadaan demikian bukan berarti tidak akan menyusupkan keraguan kepada generasi baru yang tidak melihat Rasulullah sehingga terjadi pembicaraan bacaan mana yang baku dan mana yang lebih baku. Dan pada gilirannya akan menimbulkan saling bertentangan bila terus tersiar. Bahkan akan menimbulkan permusuhan dan perbuatan dosa. Fitnah yang demikian ini harus segera diselesaikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika terjadi perang Armenia dan Azarbaijan dengan penduduk Iraq, diantara orang yang ikut menyerbu kedua tempat itu ialah Huzaifah bin al-Yaman ra. Beliau banyak melihat perbedaan dalam cara-cara membaca Al-Qur'an. Sebagian bacaan itu bercampur dengan kesalahan, tetapi masing-masing mempertahankan dan berpegang pada bacaannya, serta menentang setiap orang yang menyalahi bacaannya dan bahkan mereka saling mengkafirkan. Melihat kenyataan demikian Huzaifah segara menghadap Usman dan melaporkan kepadanya apa yang telah dilihatnya. Usman juga memberitahukan kepada Huzaifah ra. bahwa sebagian perbedaan itu pun akan terjadi pada orang-orang yang mengajarkan qiraat pada anak-anak. Anak-anak itu akan tumbuh, sedang diantara mereka terdapat perbedaan dalam qiraat. Para sahabat amat memprihatinkan kenyataan ini karena takut kalau-kalau perbedaan itu akan menimbulkan penyimpangan dan perubahan. Mereka bersepakat untuk menyalin lembaran-lembaran yang pertama yang ada pada Abu Bakar dan menyatukan umat islam pada lembaran-lembaran itu dengan bacaan tetap pada satu huruf. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usman ra. kemudian mengirimkan utusan kepada Hafsah ra. untuk meminjamkan mushaf Abu Bakar ra. yang ada padanya dan Hafsah ra. pun mengirimkan lembaran-lembaran itu kepadanya. Kemudian Usman ra. memanggil Zaid bin Tsabit ra, Abdullah bin Az-Zubair ra, Said bin 'As ra. dan Abdurrahman bin Haris bin Hisyam ra. Ketiga orang terakhir ini adalah orang quraisy, lalu memerintahkan mereka agar menyalin dan memperbanyak mushaf, serta memerintahkan pula agar apa yang diperselisihkan Zaid ra. dengan ketiga orang quraisy itu ditulis dalam bahasa Quraisy, karena Qur'an turun dengan logat mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas ra,"Huzaifah bin al-Yaman ra. datang kepada Usman ra, ia pernah ikut berperang melawan penduduk Syam bagian Armenia dan Azarbaijan bersama dengan penduduk Iraq. Huzaifah amat terkejut dengan perbedaan mereka dalam bacaan, lalu ia berkata kepada Utsman ra,"Selamatkanlah umat ini sebelum mereka terlibat dalam perselisihan (dalam masalah kitab) sebagaimana peerselisihan orang-orang yahudi dan nasrani."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utsman ra. kemudian mengirim surat kepada Hafsah ra. yang isinya,"Sudilah kiranya anda kirimkan lembaran-lembaran yang berisi Al-Qur'an itu, kami akan menyalinnya menjadi beberapa mushaf, setelah itu kami akan mengembalikannya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hafsah ra. mengirimkannya kepada Usman ra. dan Usman ra. memerintahkan Zaid bin Sabit ra, Abdullah bin Zubair ra, Sa'ad bin 'As ra. dan Abdurrahman bin Haris bin Hisyam ra. untuk menyalinnya. Mereka pun menyalinnya menjadi beberapa mushaf. Usman ra. berkata kepada ketiga orang quraisy itu,"Bila kamu berselisih pendapat dengan Zaid bin Sabit ra. tentang sesuatu dari Al-Qur'an, maka tulislah dengan logat quraisy karena Al-Qur'an diturunkan dengan bahasa quraisy." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka melakukan perintah itu. Setelah mereka selesai menyalinnya menjadi beberapa mushaf, Usman ra. mengembalikan lembaran-lembaran asli itu kepada Hafsah ra. Kemudian Usman ra. mengirimkan salinan ke setiap wilayah dan memerintahkan agar semua Al-Qur'an atau mushaf lainnya dibakar. Dan ditahannya satu mushaf untuk dimadinah, yaitu mushafnya sendiri yang dikenal dengan nama "mushaf Imam." Penamaan mushaf itu sesuai dengan apa yang terdapat dalam riwayat-riwayat dimana ia mengatakan, " Bersatulah wahai umat-umat Muhammad, dan tulislah untuk semua orang satu imam (mushaf Qur'an pedoman)." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat pun menerima perintah dengan patuh, sedang qiraat dengan enam huruf lainnya ditinggalkan. Keputusan ini tidak salah, sebab qiraat dengan tujuh huruf itu tidak wajib. Seandainya Rasulullah mewajibkan qiraat dengan tujuh huruf itu semua, tentu setiap huruf harus disampaikan secara mutawatir sehingga menjadi hujjah. Tetapi mereka tidak melakukannya. Ini menunjukkan bahwa qiraat dengan tujuh huruf itu termasuk dalam katergori keringanan. Dan bahwa yang wajib ialah menyampaikan sebagian dari ketujuh huruf tersebut secara mutawatir dan inilah yang terjadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibn Jarir mengatakan berkenaan dengan apa yang telah dilakukan oleh Usman: 'Ia menyatukan umat Islam dengan satu mushaf dan satu huruf, sedang mushaf yang lain disobek. Ia memerintahkan dengan tegas agar setiap orang yang mempunyai mushaf 'berlainan' dengan mushaf yang disepakati itu membakar mushaf tersebut, umat pun mendukungnya dengan taat dan mereka melihat bahwa dengan begitu Usman telah bertindak sesuai dengan petunjuk dan sangat bijaksana. Maka umat meninggalkan qiraat dengan enam huruf lainnya sesuai dengan permintaan pemimpinnya yang adil itu, sebagai bukti ketaatan umat kepadanya dan karena pertimbangan demi kebaikan mereka dan generasi sesudahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian segala qiraat yang lain sudah dimusnahkan dan bekas-bekasnya juga sudah tidak ada. Sekarang sudah tidak ada jalan bagi orang yang ingin membaca dengan ketujuh huruf itu dan kaum muslimin juga telah menolak qiraat dengan huruf-huruf yang lain tanpa mengingkari kebenarannya atau sebagian dari padanya. Tetapi hal itu bagi kebaikan kaum muslimin itu sendiri. Dan sekarang tidak ada lagi qiraat bagi kaum muslimin selain qiraat dengan satu huruf yang telah dipilih olah imam mereka yang bijaksana dan tulus hati itu. Tidak ada lagi qiraat dengan enam huruf lainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila sebagian orang lemah pengetahuan bertanya bagaimana mereka boleh meninggalkan qiraat yang telah dibacakan oleh Rasulullah dan diperintahkan pula membaca dengan cara itu?, Maka jawab ialah bahwa perintah Rasulullah kepada mereka untuk membacanya itu bukanlah perintah yang menunjukkan wajib dan fardu, tetapi menunjukkan kebolehan dan keringanan (rukshah). Sebab andaikata qiraat dengan tujuh huruf itu diwajibkan kepada mereka, tentulah pengetahuan tentang setiap huruf dari ketujuh huruf itu wajib pula bagi orang yang mempunyai hujjah untuk menyampaikannya dan keraguan harus dihilangkan dari para qari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan karena mereka tidak menyampaikan hal tersebut, maka ini merupakan bukti bahwa dalam masalah qiraat mereka boleh memilih, sesudah adanya orang yang menyampaikan Al-Qur'an di kalangan umat yang penyampaiannya menjadi hujjah bagi sebagian ke tujuh huruf itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika memang demikian halnya maka mereka tidak dipandang telah meninggalkan tugas menyampaikan semua qiraat yang tujuh tersebut, yang menjadi kewajigan bagi mereka untuk menyampaikannya. Kewajiban mereka ialah apa yang sudah mereka kerjakan itu. Karena apa yang telah mereka lakukan tersebut ternyatasangat berguna bagi islam dan kaum muslimin. Oleh karena itu menjalankan apa yang menjadi kewajiban mereka sendiri lebih utama dari pada melakukan sesuatu yang malah akan lebih merupakan bencana terhadap islam dan pemeluknya dari pada menyelamatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan antara Pengumpulan Abu Bakar dengan Usman &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari teks-teks di atas jelaslah bahwa pengumpulan mushaf oleh Abu Bakar ra. berbeda dengan pengumpulan yang dilakukan Usman ra. dalam motif dan caranya. Motif Abu Bakar adalah kekhawatiran beliau akan hilangnya Al-Qur'an karena banyaknya para penghafal Al-Qur'an yang gugur dalam peperangan yang banyak menelan korban. Sedang motif Usman ra. dalam karena banyaknya perbedaan dalam cara-cara membaca Al-Qur'an yang disaksikannnya sendiri di daerah-daerah dan mereka saling menyalahkan antara satu dengan yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengumpulan Al-Qur'an yang dilakukan Abu Bakar ra. ialah memindahkan satu tulisan atau catatan Al-Qur'an yang semula bertebaran di kulit-kulit binatang, tulang, dan pelepah kurma, kemudian dikumpulkan dalam satu mushaf, dengan ayat-ayat dan surah-surahnya yang tersusun serta terbatas dalam satu mushaf, dengan ayat-ayat dan surah-surahnya serta terbatas dengan bacaan yang tidak dimansukh dan tidak mencakup ke tujuh huruf sebagaimana ketika Qur'an itu diturunkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Haris al-Muhasibi mengatakan bahwa yang masyhur di kalangan orang banyak ialah bahwa pengumpul Al-Qur'an itu Usman ra. Padahal sebenarnya tidak demikian, Usman ra. hanyalah berusaha menyatukan umat pada satu macam (wajah) qiraat, itupun atas dasar kesepakatan antara dia dengan kaum muhajirin dan anshar yang hadir dihadapannya. Serta setelah ada kekhawatiran timbulnya kemelut karena perbedaan yang terjadi karena penduduk Iraq dengan Syam dalam cara qiraat. Sebelum itu mushaf-mushaf itu dibaca dengan berbagai macam qiraat yang didasarkan pada tujuh huruf dengan mana Qur'an diturunkan. Sedang yang lebih dahulu mengumpulkan Qur'an secara keseluruhan (lengkap) adalah Abu Bakar as-Sidiq. Dengan usahanya itu Usman telah berhasil menghindarkan timbulnya fitnah dan mengikis sumber perselisihan serta menjaga isi Qur'an dari penambahan dan penyimpangan sepanjang zaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bish-shawab, Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wa barakatuh&lt;br /&gt;Ahmad Sarwat, Lc &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;burn yourself, less talk, more rocks !&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12296770-113253948042628158?l=ceceys.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceceys.blogspot.com/feeds/113253948042628158/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=12296770&amp;postID=113253948042628158' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12296770/posts/default/113253948042628158'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12296770/posts/default/113253948042628158'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceceys.blogspot.com/2005/11/iqra-sejarah-penulisan-al-quran-siapa.html' title='IQRA : Sejarah Penulisan Al-Quran : Siapa yang Melakukan, Mengapa dan Bagaimana'/><author><name>burnyourselfnow</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14584420530203751812</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16326308319163424010'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12296770.post-112174756098034504</id><published>2005-07-18T21:28:00.000-07:00</published><updated>2006-09-03T01:00:45.876-07:00</updated><title type='text'>Menikmati Keadaan</title><content type='html'>Hanya ada dua kemungkinan besar jika Jakarta terguyur hujan yang cukup deras dan lama : macet dan banjir. Terlebih lagi di hari kerja begini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin sore pukul 17.25 aku melangkah pulang menuju rumah. Di dalam hati rasanya ingin segera memeluk Rasyid, anakku. Diguyur oleh hujan yang lumayan deras aku tetap melangkah pulang dengan menumpang bus menuju Tangerang. Semoga saja aku bisa shalat maghrib di Kebon Jeruk dulu.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, Jakarta kembali macet. Yup, batin ini harus kupaksa untuk bersyukur agar adneralin yang bergejolak tidak membuat sakit kepala dan mimik muka yang bete sehingga setidaknya perjalanan ini bisa dinikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pasti ada hikmah, pasti ada hikmah," batinku berujar. Maklum, musim yang datang tak menentu kadang bisa membuat kita tidak siap menerima perubahan keadaan akibat cuaca. Emosi yang kurang stabil, tubuh yang sudah lelah, dan pikiran yang sudah berkecamuk selesai bekerja ditambah macet dan badan yang basah kuyup pasti membuat kita semakin jauh dari bersyukur kepada Allah Swt dan lebih memilih menggerutu sambil mengutuk keadaan. Kali ini aku juga harus berdiri berdesakan karena bus sudah penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian Jakarta sudah tergenang walaupun masih sebatas mata kaki. Setidaknya bisa kita bayangkan jika Jakarta terguyur hujan tak henti selama hampir 2 hari seperti yang terjadi sekitar 2 tahun lalu. Sempat terbayang di kepalaku, waktu itu Jakarta dan sekitarnya yang mengalami banjir seperti lumpuh. Namun, kader-kader dan para simpatisan dari sebuah partai dakwah telah banyak mengajarkan bagaimana menolong saudara-saudara seiman dan sebangsa mereka yang mengalami musibah kala itu. Tanpa pamrih, hanya iklas dan kasih sayang yang terpancar dari sikap dan tingkah mereka yang rela berjibaku menolong para korban banjir. Semoga mereka semua semakin istiqomah, doaku yang menjalar dalam darah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puji bagi Engkau ya Allah, jalan raya dari Harmoni menuju Tomang bergerak dengan sangat pelan dan lambat, padat merayap mungkin bahasa penyiar radionya.  Kukira-kira bus kami bisa berjalan setelah hampir 15 menit diam tak bergerak. Lalu diam kembali, begitu seterusnya. Ternyata beberapa perempatan jalan di depan kami membuat preman dan anak jalanan beralih profesi menjadi juru parkir atau 'polisi cepek' sementara. Mobil mana yang bisa memberi mereka imbalan, akan segera mereka beri kesempatan untuk lewat. Tak urung, hal ini yang membuat macet juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam sudah menunjukkan pukul 18.45 dan mobil masih saja berada di daerah Cideng dan aku belum shalat maghrib ! Ah, harus kucari segera musholla atau masjid. Hup, aku turun dan sempat bertanya pada ibu warung dimana letak masjid terdekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menyebrang dan bertanya beberapa kali akhirnya aku menuju masjid terdekat. Namun, jauh dari yang kuduga gang kecil menuju masjid lumayan gelap dan lama-lama aku rasakan celana ini semakin membasah. Gang tersebut banjir seukuran betis. Tak kulihat banyak orang di gang itu karena memang masih hujan lumayan deras. Sebagian besar warganya pasti lebih memilih tinggal di rumah. Syukurlah aku bisa menemukan masjid itu yang posisinya cukup tinggi sehingga tidak terendam oleh banjir  dan segera kulaksanakan shalat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai shalat segera aku melangkah pulang dan tentunya melewati genangan banjir yang tadi. Sekilas kulihat di pinggiran gang banjir itu ibu penjual nasi dan 2 orang pelanggannya sedang asyik mengobrol. Seperti tak terjadi apa-apa mereka dengan nyaman melaksanakan aktifitasnya di tengah banjir kecil itu. Sungguh aku malu dengan diri ini yang kadang kala cengeng menghadapi pelik kehidupan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayup kudengar suara bocah perempuan yang berkata pada teman yang lainnya, "Kita main di banjir yang sebelah sana yuk !" Dan kulihat wajah mereka yang ceria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jo, baru kali ini gue bersyukur kalo ada macet. Gue bisa ngamen beberapa kali di banyak bus. Lumayan penghasilan gue, nih. Dulu mah, boro-boro bersyukur, yang ada  pasti kita dihukum sama guru BP karena telat datang ke sekolah," ungkap Jenggot teman lamaku, suatu waktu ketika dia main ke rumah sekitar 3 tahun yang lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman lamaku itu datang sekedar silaturahmi dan melanjutkan 'curhat' atas kisah kehidupannya yang sempat terputus di telpon siang itu. Dari cerita yang kutangkap, dia sangat butuh nasihat dan pendengar sejati atas semua ceritanya. Seperti seorang yang bijak, dengan seksama aku mendengar semua ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenggot adalah teman satu sekolah denganku, kita sama-sama menganggur setelah lulus. Dan kali ini aku baru tahu kalau dia sempat mengamen. Lebih dari tiga bulan katanya dia sudah melakukan pekerjaan tersebut. Namun karena gitar yang biasa dipakai rusak tertabrak bajaj, dia terpaksa berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gue, mau nuntut gimana, kasihan tukang bajaj," jelasnya ketika aku tanya kenapa tidak minta ganti atas kerusakan gitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicaraan kami sudah meluas kemana-mana, namun yang kutangkap teman lamaku ini agak sedih karena teman kami satu sekolah yang lain tidak ada yang menjalin silaturahmi kembali. Banyak yang sudah kerja, namun mereka lupa membantu teman lainnya yang masih menganggur. Setidaknya memberikan informasi lowongan atau alamat-alamat kantor yang bisa dikirimi lamaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembari kuselingi dengan beberapa kalimat tausiah, dengan hati-hati aku sarankan kepadanya agar melamar kerja di tempatku bekerja dan tempat yang lain yang kebetulan membutuhkan teknisi yang latar belakang pendidikan sesuai dengan yang kami miliki &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, Jenggot sempat bekerja di Surabaya di sebuah perusahaan telekomunikasi namun berhenti karena perusahaannya disinyalir akan mengalami kebangkrutan. Sekarang dia satu kantor denganku walau sekarang beda lokasi kerja. Kini dia sudah berkeluarga dan mempunyai anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah aku masih diberikan kesempatan untuk menikmati macet, banjir, menjadi pengangguran, dan keadaan lainnya. Semoga diri ini semakin pandai bersyukur dan bijak mengambil setiap hikmah yang berserakan di setiap keping kehidupan. Semoga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;burn yourself, less talk, more rocks !&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12296770-112174756098034504?l=ceceys.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceceys.blogspot.com/feeds/112174756098034504/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=12296770&amp;postID=112174756098034504' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12296770/posts/default/112174756098034504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12296770/posts/default/112174756098034504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceceys.blogspot.com/2005/07/menikmati-keadaan.html' title='Menikmati Keadaan'/><author><name>burnyourselfnow</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14584420530203751812</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16326308319163424010'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12296770.post-112174514335613374</id><published>2005-07-18T20:46:00.000-07:00</published><updated>2006-09-03T01:01:46.803-07:00</updated><title type='text'>Si Bapak Tua</title><content type='html'>Siang hari, suasana pelabuhan Tanjung Priok ini sungguh sangat menyengat. Panas dan gersang sudah merupakan cuaca yang akrab ditemui di sini. Dengan langkah malas aku menuju ke warung nasi terdekat untuk mengisi perut ini. "Saatnya makan siang," ujarku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlihat di sekitarku kegiatan bongkar muat di pelabuhan. Kontainer yang naik dan turun dari kapal laut, para pekerja yang sibuk mengangkut barang yang akan dikirimkan, dan para mandor yang sibuk berteriak mengatur para pekerjanya. Truk besar kecil, truk kontainer, forklift dan kendaraan lainnya yang tak hentinya berlalu lalang. Kegiatan di sini tak pernah ada kata diam.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai makan, aku langsung menuju kantorku. "Lebih baik aku di kantor yang sejuk daripada di luar yang sudah pasti panas dan membuat berkeringat ini,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, sejenak kulihat pekerja-pekerja yang tanpa komando berjalan teratur menuju sebuah kontainer. Rupanya ada perusahaan yang sedang melakukan bongkar muat gula pasir. "Pasti ini impor deh, dan yang sudah pasti ketahuan ruginya dalah para petani gula lokal kita," batin ini menyelisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angkat karung, turunkan, angkat lagi, turunkan. Kuperhatikan dari jauh apa yang dilakukan pekerja itu. Tunggu dulu, aku lihat seraut wajah bapak tua yang masih menjadi pekerja. Dari garis mukanya kutaksir dia sudah tidak pantas untuk bekerja sekeras ini. Duh, hati ini seperti teriris. Kulihat jelas wajah Bapak di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esok lusa aku sempat berpapasan dengan bapak tua itu yang sedang menikmati sarapannya di sebuah gudang tua. Dari perawakannya dia masih tampak bugar walaupun guratan-guratan ketuaan sudah jelas tampak di sana sini. Segera kusapa dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sedang sarapan, Pak ?" tanyaku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, Dik. Buat isi perut. Adik yang kerja di kantor itu ?" dengan logat Sunda Kulon kental dia balas bertanya sambil menunjuk ke arah kantorku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, Pak. Bapak sudah lama kerja di sini ?" aku mulai mencari tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yah, begitulah. Bapak sudah puluhan tahun di sini. Maklum, pendidikan minim, daripada menganggur. Saya harus menghidupi keluarga," jawab si Bapak dengan raut sedikit muram. Sambil membungkus sisa nasi yang tadi dimakan, lalu diselipkan di sela dinding ruangan tempat dia istirahat. Di tempat itu banyak juga pekerja lain yang istirahat di sini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nasinya buat nanti siang lagi, lumayan buat ngirit," jelas si Bapak tanpa menunggu aku bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya mengerti, Pak. Semoga Allah memberikan barakah atas setiap rezeki yang Bapak peroleh," aku menjawab dengan senyum getir dan juga sayatan pilu kembali di hati ini. Sungguh aku terhenyak melihat kenyataan di hadapanku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Bapak juga menjelaskan bahwa ia dibayar perkarung yang dia angkat sebesar dua puluh lima rupiah. Ya Allah, berapa karung yang harus ia angkat supaya bisa mencukupi kebutuhan keluarganya di kampung sana. Aku langsung terdiam dan merasa malu pada diri ini yang kadang tidak puas akan rezeki yang Allah berikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alhamdulilllah, kalo bisa bawa pulang seratus ribu buat keluarga di rumah," lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Makasih, Pak. Nanti kita sambung lagi," sambil tersenyum aku pamit, karena jam kerja sudah dimulai pagi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan langkah gontai aku kembali ke kantor dan meneruskan pekerjaanku sebagai teknisi ini. Terekam jelas perdebatan beberapa kawan kerjaku beberapa hari yang lalu yang ingin segera minta naik gaji. Pembicaraan yang alot yang kulihat rona wajah penuh ambisi tak berujung di wajah mereka. Sungguh, aku sudah tak bersemangat lagi mengikuti pembicaraan kawan-kawan mengenai hal itu setelah mengobrol dengan si Bapak Tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan bapak mertua di rumah juga masih kuingat baik-baik, "Nak, bekerjalah bersungguh-sungguh, jika kau tidak suka atau kurang puas, silahkan keluar. Itu lebih jantan daripada kamu membuat hal yang tidak baik di tempat kerja. Banyak bersyukur karena tidak banyak orang yang bisa bekerja saat ini,".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat kontras apa yang Allah perlihatkan kepadaku kali ini. Semoga setiap diri ini bisa bersyukur dan istiqomah dalam syukurnya kepada Dzat Yang Maha Pemberi. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (QS. Ibrahim : 7)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;burn yourself, less talk, more rocks !&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12296770-112174514335613374?l=ceceys.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceceys.blogspot.com/feeds/112174514335613374/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=12296770&amp;postID=112174514335613374' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12296770/posts/default/112174514335613374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12296770/posts/default/112174514335613374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceceys.blogspot.com/2005/07/si-bapak-tua.html' title='Si Bapak Tua'/><author><name>burnyourselfnow</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14584420530203751812</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16326308319163424010'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12296770.post-111899968647066941</id><published>2005-06-17T02:09:00.001-07:00</published><updated>2006-09-03T01:02:57.463-07:00</updated><title type='text'>Diary Ba'da Shalat Jumat</title><content type='html'>Jumat siang, ba'da shalat Jumat, pukul 13.30,.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kabar bunda ? Semoga bunda baik-baik saja di sana. Sudah makan siang dan shalat dzuhur ? Makan siangnya jangan telat yah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa setelah shalat Jumat di masjid gedung sebelah, ayah langsung ke kantor, setelah sebelumnya membeli makan di warung nasi belakang kantor. Dibungkus. Setelah mendengar khatib Jumat tadi memberi tausiah mengenai harta yang barakah untuk keluarga dan sisa umur kita ini yang harus bisa barakah juga, ayah harus menulis untuk bunda. Harus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There's something i have to write, honey.....&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uh, ayah bingung harus bagaimana memulainya. Pastinya bunda sudah sering mendengar dan membaca email ayah seperti ini. Namun sepertinya ayah harus terus menulis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda, mohon maaf atas segala kekurangan lelaki yang sudah hampir dua tahun menemani episode perjalanan hidupmu. Lelaki yang kadang emosional, kurang dewasa dan belum matang. Kadang punya ego besar dan kurang peka tehadap perasaan bunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon maaf jika daftar kekurangan ayah juga semakin bertambah setiap harinya. Dosa dan salah yang semakin menumpuk saja setiap harinya. Ayah belum bisa menjadi suami yang baik seperti ulama-ulama shalih itu dan belum bisa menjadi ayah yang baik buat anak kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon maaf jika perjuangan untuk menjadi kepala keluarga yang baik masih saja belum maksimal. Perjuangan yang harus terus dikobarkan terus untuk mencari rhidaNya. Duh, kadang takut apabila nanti di yaumul hisab ditanya pertanggungjawaban ayah kelak. Ayah mau menangis saja......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau didik apa keluargamu ? "&lt;br /&gt;Ayah hanya bisa tertunduk lesu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau nafkahi keluarga dari mana ?"&lt;br /&gt;Memerah muka ayah dan pucat pasi pastinya,......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pertanyaan lain yang belum tentu bisa ayah jawab. Duh, ampun Ya Rabb..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi tangan, kaki, telinga dan anggota tubuh lain yang ikut bicara mengenai setumpuk dosa ayah, bukan, mungkin segudang lebih dosa yang berhasil dihitung oleh malaikat atau pasti lebih banyak lagi. Dari ayah kecil sampai saat ayah meninggal nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.....................................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah mohon selalu doa' dan dukungan atas setiap aktifitas ayah selama ini. Sebagai seorang suami, ayah, anak dari banyak orang tua, murid dari semua guru yang ada, sebagai seorang tetangga dari tetangga kita, sebagai anggota masyarakat, seorang pekerja, sebagai pengurus organisasi dan  "jabatan" ayah lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda, ayah mohon bunda bisa meluangkan waktu untuk mengkritik dan memberikan masukan buat ayah. Kadang kangen ketika mendapat jawaban bunda yang agak ketus ketika ditanya apakah sudah makan atau belum atau pertanyaan lainnya kala ayah pulang larut di hari libur. Ups, ternyata bunda keberatan karena hari libur ini ayah harus keluar rumah (lagi) karena jabatan-jabatan ayah tadi. Mohon maaf yah sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih atas semuanya. Jangan pernah berhenti mencari cintaNya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Love you honey &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;burn yourself, less talk, more rocks !&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12296770-111899968647066941?l=ceceys.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceceys.blogspot.com/feeds/111899968647066941/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=12296770&amp;postID=111899968647066941' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12296770/posts/default/111899968647066941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12296770/posts/default/111899968647066941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceceys.blogspot.com/2005/06/diary-bada-shalat-jumat_111899968647066941.html' title='Diary Ba&apos;da Shalat Jumat'/><author><name>burnyourselfnow</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14584420530203751812</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16326308319163424010'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry></feed>