Spiga

Bagaimana mengajarkan anak untuk mengenal Allah SWT

Sebagai ibu dan ayah yang pertama kali harus kita lakukan adalah mengajarkan anak kita tauhid, seperti Allah Maha Besar, Allah Maha Pemberi Rizki, dan hanya kepada Allah lah kita memohon pertolongan.

Bunda, haruslah engkau teliti akan setiap gerak dan gerik anak. Perhatikanlah semua barang-barang yang dimiliki oleh anak, bila ada sesuatu yg baru yang dibawanya pulang, maka tanyakanlah dengan baik darimana ia mendapatkannya.

Bila ia membawa pulang benda milik temannya, tanyakanlah apakah itu di beri atau mengambil dengan paksa karena ingin memiliki atau mengambil tanpa di ketahui pemiliknya. Bila ia mencuri, maka ajarkan ia untuk mengembalikan barang tersebut, dan katakanlah bahwa itu adalah mencuri, perbuatan yang tidak baik, " Jangan lakukan itu nak, setiap perbuatan yang tidak baik pasti mendapat hukuman", ini dilakukan agar anak mengerti bahwa ibu atau ayahnya melarangnya untuk mencuri, dan ia tahu mencuri adalah perbuatan yang tidak baik.

Ada sebuah kisah di hadapan Rasulullah seorang anak kecil prabalig mencuri barang yang sudah sepatutnya mendapatkan hukuman potong tangan, si anak pun protes dan mengatakan bahwa hukuman itu tidaklah pantas diberikan kepadanya, ibunyalah yang seharusnya di potong tangannya karena kesalahan anaknya karena tidak pernah mengajarkan bahwa perbuatan itu di larang dan tidak peduli dengan barang yg dibawa pulang oleh anaknya di dapat dari mana. Maka Rasulullah memanggil ibunya, dan ibunyapun mengakui bahwa ia tak pernah mengajarkan anaknya hal tersebut, maka tangan ibunyalah yang akhirnya di hukum potong.

Pada usia prabalig, adalah saat kita untuk mendidiknya dengan doktrin-doktrin positif, dengan teladan, ajaklah ia ikut sholat di usia 7 tahun. Berikanlah pengetahuan-pengetahuan yang mengisahkan kebesaran Allah, yang mampu di cerna oleh anak-anak.

Ketika anak kita 10 tahun dan saat kita memisahkan tempat tidurnya, katakanlah, ”Anakku sudah saatnya engkau tidur di kamar yang berbeda dengan Bunda, jangan takut kepada setan, karena setan adalah makhluk Allah, maka mintalah perlindungan dan pertolongan hanya kepada Allah".

Janganlah kita salah mendidiknya seperti contoh ”Nak, kamu jangan takut, nih bunda pasangin ayat kursi biar setan takut dan gak ganggu kamu”, maka anak kita pun berpikir bahwa yg melindunginya adalah tulisan ayat kursi bukan Allah, jadi ayat kursi ini berposisi seperti jimat hanya di pajang dan dibawa2.

Ajarlah anak kita membacanya, berdoa, berdzikir kepada Allah agar ia tidak di ganggu oleh setan. Jadi ayat kursi tersebut untuk dihapal dan dibaca.

Ketika anak kita sudah balig, ajaklah ia duduk untuk berikrar mengucapkan kalimat syahadat dan katakanlah ” Nak, hari ini ibu menyerahkan tanggungjawab kepadamu, bila ada kebaikan, engkaulah yang akan mendapatkan pahala, bila ada kejahatan yg engkau sendirilah yg akan menanggungnya" Disinilah anak kita menyadari bahwa dirinya sudah memiliki tanggungjawab untuk dirinya sendiri.

Ketika kita akan berangkat bekerja, biasakanlah mengatakan padanya bahwa ayah dan bunda bekerja untuk mencari rezeki Allah, maka berdoalah kepada Allah bila engkau menginginkan sesuatu. Mudah2an Allah mengabulkan dengan memberi ayah dan bunda rezeki yang banyak.

Jangan sebaliknya mengatakan Ayah dan bunda bekerja mencari uang buat beli susu seperti yang kita lakukan.

Alhamdulillah mudah-mudahan anak kita menjadi anak-anak yang soleh dan solehah.

*diambil dari Pengajian Reguler Masjid Al Muhajirin, Graha Unilever.

Belum ada judul*

Aku berjalan dengan pelan, melewati jalan-jalan yang setiap hari kulalui. Ada sawah, gunung di kejauhan, sinar matahari, kicauan burung-burung bernyanyi. Rasanya bahagia sekali. Aku terus melangkah, menuju sebuah rumah. Ya itu adalah rumahku, dimana aku dibesarkan. Aku membuka pintu, di sana banyak sekali yang kulihat hadir. Teman-temanku, ah.. keluargaku tercinta, suamiku yang selalu mendampingiku dan memberiku semangat hidup dan anakku yang berusia 5 bulan sedang menangis minta susu.


Tapi suasananya begitu sunyi, mereka tampak tidak melihat kehadiranku. Aku melihat suamiku menitikkan air mata, hampir sama seperti yang kulihat malam-malam sebelumnya, kala dia sholat tahajud, dia menangis. Tapi kali ini sedikit berbeda dia menangis menunduk ke arah pembaringanku. Siapakah itu ?

Kudekati dan kulihat. Itu adalah diriku, ternyata aku telah tiada, aku telah berbeda alam dengan mereka. Kulihat di sana ada ibuku yang sedang berlinang air mata. Beliau mengeluarkan secarik kertas dan membacakan apa yang dirasakannya atas kepergianku, beliau menyatakan betapa sayangnya beliau padaku. Bapakku juga tampak muram bersedih. Aku tak kuasa menahan tangis dalam hati, orang-orang tercinta merasakan kesedihan dan menceritakan kenangan bersamaku. Teman-teman kantor dan semua. Tidak....aku mencintai kalian semua, dan akupun berbalik keluar, terus berjalan ke arah semula dan sampailah di Learning Center Mega Mendung. Aku kembali, aku masih hidup. Dimana teman-temanku ? Semua ada di sini. Keluargaku? Aku yakin mereka masih menungguku pulang


Bunda
Ditulis sekitar Februari 2005

Misi Hidup Saya

Sejak tadi malam aku terus memikirkan tujuan hidupku, malam tadi adalah malam ketiga kalinya aku tidur tanpa ada anakku yang masih menyusui, membuatku gelisah memikirkannya. Dan ketika aku mengingat dan membayangkan kematianku, membuatku tersadar selama ini aku telah melakukan banyak hal yang menyia-nyiakan waktu.

Aku membiarkan anakku bersama orang lain saat tidur, tidurku juga tidak tau aturan. Pagi-pagi yang seharusnya aku mengurus anak dan suami, justru aku tidur akrena tau hari itu libur. Aku tidak ingin melakukannya lagi, aku ingin menjadi Ibu yang baik. Istri yang pandai mengurus suami. Aku ingin membahagiakan mereka.

Saat ini aku bekerja untuk membantu suamiku dan juga orangtuaku. Tapi aku takkan terlantarkan mereka karena pekerjaan. Aku akanm engatur sebaik mungkin waktuku agar efesien dan efektif. Agar keberadaanku ada manfaatnya buat orang-orang tercinta di sekitarku.

Inilah misi hidupku, membahagiakan keluargaku dan bermanfaat untuk orang-orang di sekitarku.

Ayah, Rasyid, ....Bunda sangat menyayangi kalian.

-------
Bunda
Ditulis sekitar Februari 2005

A ya yu Bunda, ....

Ahad, 13 Mei 2007

Prak.... suara piring yang sedang kucuci membuat Rasyid anakku bangun. Duh mulailah dia minta susu. Setelah susunya habis dia mengambil botol obat dan madu untuk dimainkan. "Mau dicuci dulu ya botolnya,"

Duh, anak itu membuatku berteriak, "Jangan, Nak. Nanti obatnya bisa tercampur dengan air dan gak bisa diminum lagi." Dengan cepat kupindahkan botol-botol itu ke tempat yang lebih tinggi. Meledaklah tangisnya, "Hua...mau cuci botol!"

"Ayo Rasyid mandi dulu yah. Habis mandi terus makan. Bunda gorengin telor aja yah." Ah, bundamu ini memang taunya hanya goreng telur saja.

Rasyid pun menurut ketika dimandikan dan setelah selesai langsung makan pakai telur ceplok bareng bundanya, sepiring berdua. Jadi ingat lagu dangdut.

"Nah, sudah habis. Bunda mau pergi ngaji, Abang mau ikut Bunda atau mau ke rumah Mbah Uti aja?" Mbak Putri maksudnya.

Bergegas Rasyid menjawab, "Mau ikut Bunda aja," Aku pun langsung mandi dan berganti pakaian. Kulihat Rasyid repot sekali bolak balik sambil menenteng sendalnya dan ah... sepatuku. Iya sepatuku sudah ada di teras rumah...

Subhanallah, Rasyid yang telah menyiapkannya untukku. Hilang sudah capekku meladeninya pagi ini. Anak baik.

Perjalananku menuju tempat mengaji menjadi ringan karena Rasyid dengan lincahnya berjalan disampingku. Hanya sesaat dia minta gendong karena cape. Dan pada saat kugendong ia memelukku erat sambil mengucapkan, "A ya yu Bunda," Senyumku semakin mengembang, ku kecup pipinya juga, "I love you too,"

Air kerinduan itu

...
Air kerinduan itu kini telah dapat kunikmati,
Diantara jerih payah dan kelelahan bersama, masih kudengar kesibukan pagi untuk pergi ke perkumpulan surgawi di Ahad pagi itu...


Kini pun dapat kunikmati lantunan ayat suci di ruang-ruang kosong kamar kita yang memang tidak banyak isinya...

Terimakasih, semoga semuanya menjadi pupuk tanaman kita di surga nanti kelak...

Why the Internet Is Slow

This question often comes up. Everyone expects a simple answer. There is none. What is the Internet? It is huge. It covers the world. It is complex. Things differ from one minute to the next. Parts of it may be (are) slow, and parts may be faster. When you say that the Internet is slow, it would be similar to saying that going to the Quickie-Mart takes a long time. Which store? The store itself may be crowded and you may spend time in the store itself. Similarly, on the Net, if the site you are going to is a popular site, that server may be extremely busy and slow to respond. Now, the Quickie-Mart may have plenty of workers and things move quite fast there, but it may have a small parking lot with a narrow entrance. In terms of the Internet, this would be like the local connection to the Internet. Along the roads you drive to get from your house to the Quickie-Mart, you may run into heavy traffic. This can slow you down. Similarly, on the Internet, there may be many links to be traversed to reach the remote site. There may be congestion on any of these links for all kinds of reasons.

For example, if the Quickie-Mart is near a stadium when a game is on, you may run into traffic from the game. This has nothing to do with the Quickie-Mart, but it will affect the time of your trip nevertheless. How close do you live to the Quickie-Mart? If you are far, it may or may not take longer. This depends on the speed you may travel along the roads. One thing, however, is that the more roads you must take, the greater the chance of running into congestion. This is true on the Internet, but things are even more complicated. Closeness on the Net has nothing to do with physical locations.

Look at the name, "Internet." The name comes from the fact that it is an interconnection of networks. MCI has a network, Sprint has a network, Rogers has a Network, Bell has a network, etc. It is very expensive to interconnect these networks, so interconnect points are kept to a minimum. The closest real-world analogy that comes to mind would be in New York in the first half of the century when the three subway systems did not interconnect well. If the Quickie-Mart was along an IND line, and you lived near an IRT line, you may have a long subway ride to get from your house to the Quickie-Mart. Do you realize that there are sites in Ottawa that travel through Toronto, Chicago, Atlanta, Montreal, then Ottawa in order to reach us? While these links are fast, there is a higher probability of a problem occurring along the way. It may sound strange, but it has happened that a fibre cut in New Jersey has prevented us from reaching Ottawa sites. Who are we close to? Canadian Universities.

There are some simple tests you can do. Try to access the University's Web server (http://www.uottawa.ca). If that is slow, there is a problem here on campus. Next, try to access Carleton's web page (http://www.carleton.ca). If that is fast, our inter-city link is running fine. Next try to go to Toronto (http://www.utoronto.ca). If that is OK, that gives a good indication that at least within the province, we have good connectivity. If you have repeated slowness problems, be specific when you report the situation. Finally, the time of day makes a difference. Evenings in general are slowest, and mornings are fastest. In the morning, the people on the west coast are still asleep.

Why the Internet Is Slow
This article was written by Pete Hickey.

*Tulisan bagus untuk mencari tahu secara global kenapa link internet kita lambat, terutama bagi sobat yang bekerja di ISP :)

Padanan Aplikasi Propietary

Setelah lama mencoba dan mencicipi serta menekuni dunia Open Source rasanya ingin juga berbagi bersama sahabat beberapa padanan aplikasi propietary (berbayar) pada dunia Open Source seperti Linux dan lainnya.

Jika kita memang sangat berniat meninggalkan dunia "bayar lisensi" ini daripada harus membajak sebaiknya memang harus dicari alternatif aplikasi propietary ini dengan aplikasi yang free software dan open source.

Beberapa link di sini semoga membantu sahabat :

Alternatif Aplikasi Open Source dan Free Software Terhadap Aplikasi Propertiery
Padanan Aplikasi Windows di Linux
Website Osalt.com
Proyek OSSWin

Semoga membantu dan tetap semangat berjuang untuk terus bermanfaat bagi masyarakat.

Antara Ucok, Thufail dan Udet


Alhamdulillah, itu kalimat yang saya banyak ucapkan atas karuniaNya ini. Saya mempunyai 3 orang sobat yang bergiat di dunia hip hop aka. rap dengan visi dan misi yang berbeda. Selalu ada rasa bangga bisa mengenal mereka, bukan untuk sombong hanya sedikit pamer, yeh sama saja deh ! Bukan ini menunjukkan bahwa kesempatan saya untuk menimba ilmu dan pengalaman dari mereka.

Ucok, seorang MC dari Homicide, kolektif hip hop asal Bandung yang mengambil jalan indie di dunia undergound musik. Saya mengenal dia dari sebuah kompilasi band hardcore/punk Bandung, Brain Beverages seiring saya aktif dunia tersebut. Berkorespondensi, tukar menukar demo lagu, sharing mp3 band yang keren menurut kita dan saling berbagi wacana. Saya salut Ucok atas ketajaman berpikir dan analisa kritis dia dari hasil pengamatan dan bacaan dia. Walau pada akhirnya banyak pendapat dan ide yang dituangkan pada rima lagunya yang bertentangan dengan nurani saya. Saya bilang Ucok banyak membaca tulisan-tulisan yang dibilang orang lain mungkin kiri atau media alternatif lainnya. Tapi saya bisa skip hal tersebut, selama kami menjadi teman baik, saya tidak perduli akan latar belakang pemikirannya. Dia pun saya anggap Aa (kakak) dan sampai saat ini kami masih terus komunikasi. Kunjungan saya kemarin lalu ke Bandung, Ucok aktif di kolektif dan komunitas yang menentang tirani pasar bebas, sempat aktif dan ikut mendukung demo eks mantan karyawan PT Dirgantara Indonesia (d/h IPTN) juga. Kemarin lalu juga aktif dengan demo anti Bush di Bandung dan Bogor. Untuk beberapa ide dan sikap saya masih sejalan dengan dia.



Seiring usia dan jalan hidup yang saya ambil kemudian saya mengenal Thufail lewat album pertama, Syair Perang Panjang yang dirilis oleh label rekaman nasyid, BSP. Informasi yang saya dapat, Thufail adalah seorang mualaf. Lagu yang mempunyai lirik cerdas membuat saya semakin terpikat, sungguh jika saya dengar bait-bait rima yang dilantunkan membuat ghirah dan semangat saya memuncak untuk membela keyakinan yang saya pegang, Islam. Setidaknya untuk sekilas bisa dilihat kalau Thufail ini doyan membaca seperti halnya Ucok. Alhamdulillah dengan beberapa kali korespondensi dan komunikasi akhirnya kami bisa mengenal satu sama lain dan menjadi akrab. We're brother ! Dan saya pun rela menjadi distributor cd-cd nya yang dirilis dari kantongnya sendiri secara DIY (Do It Yourself !) Beberapa lirik lagu Thufail juga banyak menohok dan menjawab lagu-lagu Ucok dan kawan-kawan di scene punk yang sudah banyak terbius keyakinan dari bacaan mereka. Lagu-lagu yang bernafaskan perjuangan Islam yang dikemas dalam bentuk hip hop, you should listen sometime.

Alhamdulillah info terupdate dari mereka berdua, Ucok dan Thufail akan membuat album kolaborasi bersama tentu dengan tema yang sudah disepakati bersama, salah satunya adalah tema anti Zionis.



Untuk Udet saya cukup malu juga mendengar dari dia sendiri bahwa dia aktif di Neo, kolektif hip hop yang sempat booming dengan lagu Borju di tv ! Ketahuan banget kalo ngga gaul, hehehe. Maaf, maklum saya dan keluarga masih mempunyai keyakinan untuk tidak memiliki tv di rumah, jadi booming artis dan tetek bengek gosip sudah gelap tidak tahu kemana, hehehe. Sosok Udet yang menjadi rekan di tempat kerja saya juga cukup hanif. Saya banyak belajar ilmu dan informasi seputar dunia artis darinya. Dia juga cukup low profile dan sederhana menurut kacamata saya yang memang gelap untuk urusan dunia entertainment. Sempat salut juga bahwa kami berdua masih bisa qiyamul lail di Al Azhar bulan Ramadhan kemarin ini. Untuk isi lirik dan attitude Neo, Udet sudah bilang bahwa yang penting menjual yang sedikit banyak berbeda dengan Ucok dan Thufail yang masih bernafaskan idealisme mereka yang kental. Bro, I respect you ! Saya hormati pilihan dan sikap sobat saya yang satu ini. Lengkap sudah titel Udet kali ini, artis, musisi, karyawan, suami dan calon ayah !

Terimakasih atas waktu kalian mewarnai hidup saya..........

Wawancara oleh Forum Lenteng


Entah darimana asalnya, saya tiba-tiba mendapat sms dari seseorang yang mengaku dari Forum Lenteng yang ingin mewawancarai saya. Wah agak sedikit grogi saya jawab saja iya. Selidik punya selidik, forum tersebut merupakan kumpulan individu kreatif yang menuangkan ide dan gagasan lewat media, baik film, workshop, seminar dan lain-lain yang kebanyakan anggotanya berasal dari dunia jurnalis atau kuliah di ilmu komunikasi lah, maklum saya juga kurang paham dunia ini. Informasi lengkap bisa dilihat di website mereka www.forumlenteng.org

Setelah beberapa hari mengatur jadwal wawancara saya dengan teman-teman dari Forum Lenteng tersebut, saya akhirnya bisa ketemuan di Blok M. Cari-cari tempat enak untuk mulai shoot saya dan interview sulit sekali, emperan Blok M Plaza tempat beberapa teman punk berjualan terlalu ramai. Coba ke belakang di areal GOR Bulungan ternyata tempatnya cocok, namun sayangnya tidak ada stop kontak untuk merecharge handycam. Akhirnya disepakati untuk pindah ke rumah Komeng, salah satu penggiat forum ini yang tinggal di daerah Dharmawangsa, dekat Sekolah Musik Farabi.

Yup, di rumah besar ini kita mulai wawancara. Agak sedikit grogi, siapa saya sih......pakai dishot dan diwawancara segala. Ups, ternyata teman-teman ini mau buat edisi film dokumenter budaya anak muda Jakarta dan sekitarnya terutama para penggiat budaya musik underground, khususnya punk dan sejenisnya. Yah, akhirmya ketahuan juga masa silam saya, hahahaha. Saya diwawancara karena masih ada kaitannya dengan band Mr. Grind, band virtual grindcore milik Hardy sobat saya dan karena kami punya kerjaan media potokopian DIY, sebuah fanzine, Rebelliousickness !

Saya banyak diitanya seputar kenapa saya bisa aktif atau punya suatu keyakinan apa bisa membuat media dan aktif di scene punk/hardcore. Beberapa hal lain terkait bagaimana dengan hubungan saya dengan Hardy, pendapat saya tentang dia dan band serta sifat dan sikapnya selama ini. Terlalu banyak juga sih untuk ditulis dan saya lupa juga pertanyaan dan jawaban yang saya berikan. Nanti kita tunggu hasilnya, ngga pede juga lihatnya nih...

Setidaknya kesampaian juga bisa punya teman-teman yang aktif di dunia media film ini. Sungguh saya salut juga dengan usaha dan jerih payah mereka yang mandiri, DIY abis ! Salute to you all ! Beberapa teman di Forum Lenteng ada yang sudah pernah mengikuti beberapa Festival Film Indie di luar negeri.

Beberapa hasil karya mereka sempat saya lihat dan membuat saya banyak bersyukur bahwa saya mempunyai sobat baru dan ilmu yang baru juga.

Terimakasih buat Otty, Kiki dan Ajeng atas waktunya. Let's Rock this World !

Gracias !