Spiga

Why the Internet Is Slow

This question often comes up. Everyone expects a simple answer. There is none. What is the Internet? It is huge. It covers the world. It is complex. Things differ from one minute to the next. Parts of it may be (are) slow, and parts may be faster. When you say that the Internet is slow, it would be similar to saying that going to the Quickie-Mart takes a long time. Which store? The store itself may be crowded and you may spend time in the store itself. Similarly, on the Net, if the site you are going to is a popular site, that server may be extremely busy and slow to respond. Now, the Quickie-Mart may have plenty of workers and things move quite fast there, but it may have a small parking lot with a narrow entrance. In terms of the Internet, this would be like the local connection to the Internet. Along the roads you drive to get from your house to the Quickie-Mart, you may run into heavy traffic. This can slow you down. Similarly, on the Internet, there may be many links to be traversed to reach the remote site. There may be congestion on any of these links for all kinds of reasons.

For example, if the Quickie-Mart is near a stadium when a game is on, you may run into traffic from the game. This has nothing to do with the Quickie-Mart, but it will affect the time of your trip nevertheless. How close do you live to the Quickie-Mart? If you are far, it may or may not take longer. This depends on the speed you may travel along the roads. One thing, however, is that the more roads you must take, the greater the chance of running into congestion. This is true on the Internet, but things are even more complicated. Closeness on the Net has nothing to do with physical locations.

Look at the name, "Internet." The name comes from the fact that it is an interconnection of networks. MCI has a network, Sprint has a network, Rogers has a Network, Bell has a network, etc. It is very expensive to interconnect these networks, so interconnect points are kept to a minimum. The closest real-world analogy that comes to mind would be in New York in the first half of the century when the three subway systems did not interconnect well. If the Quickie-Mart was along an IND line, and you lived near an IRT line, you may have a long subway ride to get from your house to the Quickie-Mart. Do you realize that there are sites in Ottawa that travel through Toronto, Chicago, Atlanta, Montreal, then Ottawa in order to reach us? While these links are fast, there is a higher probability of a problem occurring along the way. It may sound strange, but it has happened that a fibre cut in New Jersey has prevented us from reaching Ottawa sites. Who are we close to? Canadian Universities.

There are some simple tests you can do. Try to access the University's Web server (http://www.uottawa.ca). If that is slow, there is a problem here on campus. Next, try to access Carleton's web page (http://www.carleton.ca). If that is fast, our inter-city link is running fine. Next try to go to Toronto (http://www.utoronto.ca). If that is OK, that gives a good indication that at least within the province, we have good connectivity. If you have repeated slowness problems, be specific when you report the situation. Finally, the time of day makes a difference. Evenings in general are slowest, and mornings are fastest. In the morning, the people on the west coast are still asleep.

Why the Internet Is Slow
This article was written by Pete Hickey.

*Tulisan bagus untuk mencari tahu secara global kenapa link internet kita lambat, terutama bagi sobat yang bekerja di ISP :)

Padanan Aplikasi Propietary

Setelah lama mencoba dan mencicipi serta menekuni dunia Open Source rasanya ingin juga berbagi bersama sahabat beberapa padanan aplikasi propietary (berbayar) pada dunia Open Source seperti Linux dan lainnya.

Jika kita memang sangat berniat meninggalkan dunia "bayar lisensi" ini daripada harus membajak sebaiknya memang harus dicari alternatif aplikasi propietary ini dengan aplikasi yang free software dan open source.

Beberapa link di sini semoga membantu sahabat :

Alternatif Aplikasi Open Source dan Free Software Terhadap Aplikasi Propertiery
Padanan Aplikasi Windows di Linux
Website Osalt.com
Proyek OSSWin

Semoga membantu dan tetap semangat berjuang untuk terus bermanfaat bagi masyarakat.

Antara Ucok, Thufail dan Udet


Alhamdulillah, itu kalimat yang saya banyak ucapkan atas karuniaNya ini. Saya mempunyai 3 orang sobat yang bergiat di dunia hip hop aka. rap dengan visi dan misi yang berbeda. Selalu ada rasa bangga bisa mengenal mereka, bukan untuk sombong hanya sedikit pamer, yeh sama saja deh ! Bukan ini menunjukkan bahwa kesempatan saya untuk menimba ilmu dan pengalaman dari mereka.

Ucok, seorang MC dari Homicide, kolektif hip hop asal Bandung yang mengambil jalan indie di dunia undergound musik. Saya mengenal dia dari sebuah kompilasi band hardcore/punk Bandung, Brain Beverages seiring saya aktif dunia tersebut. Berkorespondensi, tukar menukar demo lagu, sharing mp3 band yang keren menurut kita dan saling berbagi wacana. Saya salut Ucok atas ketajaman berpikir dan analisa kritis dia dari hasil pengamatan dan bacaan dia. Walau pada akhirnya banyak pendapat dan ide yang dituangkan pada rima lagunya yang bertentangan dengan nurani saya. Saya bilang Ucok banyak membaca tulisan-tulisan yang dibilang orang lain mungkin kiri atau media alternatif lainnya. Tapi saya bisa skip hal tersebut, selama kami menjadi teman baik, saya tidak perduli akan latar belakang pemikirannya. Dia pun saya anggap Aa (kakak) dan sampai saat ini kami masih terus komunikasi. Kunjungan saya kemarin lalu ke Bandung, Ucok aktif di kolektif dan komunitas yang menentang tirani pasar bebas, sempat aktif dan ikut mendukung demo eks mantan karyawan PT Dirgantara Indonesia (d/h IPTN) juga. Kemarin lalu juga aktif dengan demo anti Bush di Bandung dan Bogor. Untuk beberapa ide dan sikap saya masih sejalan dengan dia.



Seiring usia dan jalan hidup yang saya ambil kemudian saya mengenal Thufail lewat album pertama, Syair Perang Panjang yang dirilis oleh label rekaman nasyid, BSP. Informasi yang saya dapat, Thufail adalah seorang mualaf. Lagu yang mempunyai lirik cerdas membuat saya semakin terpikat, sungguh jika saya dengar bait-bait rima yang dilantunkan membuat ghirah dan semangat saya memuncak untuk membela keyakinan yang saya pegang, Islam. Setidaknya untuk sekilas bisa dilihat kalau Thufail ini doyan membaca seperti halnya Ucok. Alhamdulillah dengan beberapa kali korespondensi dan komunikasi akhirnya kami bisa mengenal satu sama lain dan menjadi akrab. We're brother ! Dan saya pun rela menjadi distributor cd-cd nya yang dirilis dari kantongnya sendiri secara DIY (Do It Yourself !) Beberapa lirik lagu Thufail juga banyak menohok dan menjawab lagu-lagu Ucok dan kawan-kawan di scene punk yang sudah banyak terbius keyakinan dari bacaan mereka. Lagu-lagu yang bernafaskan perjuangan Islam yang dikemas dalam bentuk hip hop, you should listen sometime.

Alhamdulillah info terupdate dari mereka berdua, Ucok dan Thufail akan membuat album kolaborasi bersama tentu dengan tema yang sudah disepakati bersama, salah satunya adalah tema anti Zionis.



Untuk Udet saya cukup malu juga mendengar dari dia sendiri bahwa dia aktif di Neo, kolektif hip hop yang sempat booming dengan lagu Borju di tv ! Ketahuan banget kalo ngga gaul, hehehe. Maaf, maklum saya dan keluarga masih mempunyai keyakinan untuk tidak memiliki tv di rumah, jadi booming artis dan tetek bengek gosip sudah gelap tidak tahu kemana, hehehe. Sosok Udet yang menjadi rekan di tempat kerja saya juga cukup hanif. Saya banyak belajar ilmu dan informasi seputar dunia artis darinya. Dia juga cukup low profile dan sederhana menurut kacamata saya yang memang gelap untuk urusan dunia entertainment. Sempat salut juga bahwa kami berdua masih bisa qiyamul lail di Al Azhar bulan Ramadhan kemarin ini. Untuk isi lirik dan attitude Neo, Udet sudah bilang bahwa yang penting menjual yang sedikit banyak berbeda dengan Ucok dan Thufail yang masih bernafaskan idealisme mereka yang kental. Bro, I respect you ! Saya hormati pilihan dan sikap sobat saya yang satu ini. Lengkap sudah titel Udet kali ini, artis, musisi, karyawan, suami dan calon ayah !

Terimakasih atas waktu kalian mewarnai hidup saya..........

Wawancara oleh Forum Lenteng


Entah darimana asalnya, saya tiba-tiba mendapat sms dari seseorang yang mengaku dari Forum Lenteng yang ingin mewawancarai saya. Wah agak sedikit grogi saya jawab saja iya. Selidik punya selidik, forum tersebut merupakan kumpulan individu kreatif yang menuangkan ide dan gagasan lewat media, baik film, workshop, seminar dan lain-lain yang kebanyakan anggotanya berasal dari dunia jurnalis atau kuliah di ilmu komunikasi lah, maklum saya juga kurang paham dunia ini. Informasi lengkap bisa dilihat di website mereka www.forumlenteng.org

Setelah beberapa hari mengatur jadwal wawancara saya dengan teman-teman dari Forum Lenteng tersebut, saya akhirnya bisa ketemuan di Blok M. Cari-cari tempat enak untuk mulai shoot saya dan interview sulit sekali, emperan Blok M Plaza tempat beberapa teman punk berjualan terlalu ramai. Coba ke belakang di areal GOR Bulungan ternyata tempatnya cocok, namun sayangnya tidak ada stop kontak untuk merecharge handycam. Akhirnya disepakati untuk pindah ke rumah Komeng, salah satu penggiat forum ini yang tinggal di daerah Dharmawangsa, dekat Sekolah Musik Farabi.

Yup, di rumah besar ini kita mulai wawancara. Agak sedikit grogi, siapa saya sih......pakai dishot dan diwawancara segala. Ups, ternyata teman-teman ini mau buat edisi film dokumenter budaya anak muda Jakarta dan sekitarnya terutama para penggiat budaya musik underground, khususnya punk dan sejenisnya. Yah, akhirmya ketahuan juga masa silam saya, hahahaha. Saya diwawancara karena masih ada kaitannya dengan band Mr. Grind, band virtual grindcore milik Hardy sobat saya dan karena kami punya kerjaan media potokopian DIY, sebuah fanzine, Rebelliousickness !

Saya banyak diitanya seputar kenapa saya bisa aktif atau punya suatu keyakinan apa bisa membuat media dan aktif di scene punk/hardcore. Beberapa hal lain terkait bagaimana dengan hubungan saya dengan Hardy, pendapat saya tentang dia dan band serta sifat dan sikapnya selama ini. Terlalu banyak juga sih untuk ditulis dan saya lupa juga pertanyaan dan jawaban yang saya berikan. Nanti kita tunggu hasilnya, ngga pede juga lihatnya nih...

Setidaknya kesampaian juga bisa punya teman-teman yang aktif di dunia media film ini. Sungguh saya salut juga dengan usaha dan jerih payah mereka yang mandiri, DIY abis ! Salute to you all ! Beberapa teman di Forum Lenteng ada yang sudah pernah mengikuti beberapa Festival Film Indie di luar negeri.

Beberapa hasil karya mereka sempat saya lihat dan membuat saya banyak bersyukur bahwa saya mempunyai sobat baru dan ilmu yang baru juga.

Terimakasih buat Otty, Kiki dan Ajeng atas waktunya. Let's Rock this World !

Gracias !