Ahad, 13 Mei 2007
Prak.... suara piring yang sedang kucuci membuat Rasyid anakku bangun. Duh mulailah dia minta susu. Setelah susunya habis dia mengambil botol obat dan madu untuk dimainkan. "Mau dicuci dulu ya botolnya,"
Duh, anak itu membuatku berteriak, "Jangan, Nak. Nanti obatnya bisa tercampur dengan air dan gak bisa diminum lagi." Dengan cepat kupindahkan botol-botol itu ke tempat yang lebih tinggi. Meledaklah tangisnya, "Hua...mau cuci botol!"
"Ayo Rasyid mandi dulu yah. Habis mandi terus makan. Bunda gorengin telor aja yah." Ah, bundamu ini memang taunya hanya goreng telur saja.
Rasyid pun menurut ketika dimandikan dan setelah selesai langsung makan pakai telur ceplok bareng bundanya, sepiring berdua. Jadi ingat lagu dangdut.
"Nah, sudah habis. Bunda mau pergi ngaji, Abang mau ikut Bunda atau mau ke rumah Mbah Uti aja?" Mbak Putri maksudnya.
Bergegas Rasyid menjawab, "Mau ikut Bunda aja," Aku pun langsung mandi dan berganti pakaian. Kulihat Rasyid repot sekali bolak balik sambil menenteng sendalnya dan ah... sepatuku. Iya sepatuku sudah ada di teras rumah...
Subhanallah, Rasyid yang telah menyiapkannya untukku. Hilang sudah capekku meladeninya pagi ini. Anak baik.
Perjalananku menuju tempat mengaji menjadi ringan karena Rasyid dengan lincahnya berjalan disampingku. Hanya sesaat dia minta gendong karena cape. Dan pada saat kugendong ia memelukku erat sambil mengucapkan, "A ya yu Bunda," Senyumku semakin mengembang, ku kecup pipinya juga, "I love you too,"

